Tiga poin penting di sidang anak buah Hartati
Jum'at, 28 September 2012 - 14:39 WIB
Tiga poin penting di sidang anak buah Hartati
A
A
A
Sindonews.com - Kuasa Hukum Siti Hartati Murdaya, Patra M Zen, mengungkapkan tiga poin penting yang diambil dari persidangan General Manajer PT Hardaya Inti Plantations, Yani Anshori yang digelar kemarin di Pengadilan Tipikor.
"Jadi kemarin sidang (Yani), ada tiga poin penting," kata Patra di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Pertama, Hartati tidak pernah memerintahkan, tidak pernah menyuruh, dan tidak pernah mengetahui adanya pengeluaran cek Rp3 miliar. "Apalagi menyuruh menyerahkan ke Amran," tegasnya.
Sedangkan yang kedua diketahui Totok Lestiyo merupakan aktor atau otak di balik penyuapan tehadap Amran. Karena terungkap dalam persidangan kalau Totok yang memberi, menyuruh, dan mengintruksikan pemberian uang ke Bupati Buol.
Untuk mengelabui Hartati, Totok yang merupakan Direktur PT HIP memecah uang tersebut menjadi 12 lembar cek yang masing-masing senilai Rp250 juta.
Terkait pertemuan Hartati dengan Amran di PRJ, dengan tegas Patra menjawab pertemuan itu hanya sebatas perkenalan antara Hartati dengan Amran berdasarkan paksaan Totok.
"Memang ada pertemuan, tapi tidak pernah ada persetujuan Ibu Hartati untuk memberi uang," tukasnya.
"Jadi kemarin sidang (Yani), ada tiga poin penting," kata Patra di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Pertama, Hartati tidak pernah memerintahkan, tidak pernah menyuruh, dan tidak pernah mengetahui adanya pengeluaran cek Rp3 miliar. "Apalagi menyuruh menyerahkan ke Amran," tegasnya.
Sedangkan yang kedua diketahui Totok Lestiyo merupakan aktor atau otak di balik penyuapan tehadap Amran. Karena terungkap dalam persidangan kalau Totok yang memberi, menyuruh, dan mengintruksikan pemberian uang ke Bupati Buol.
Untuk mengelabui Hartati, Totok yang merupakan Direktur PT HIP memecah uang tersebut menjadi 12 lembar cek yang masing-masing senilai Rp250 juta.
Terkait pertemuan Hartati dengan Amran di PRJ, dengan tegas Patra menjawab pertemuan itu hanya sebatas perkenalan antara Hartati dengan Amran berdasarkan paksaan Totok.
"Memang ada pertemuan, tapi tidak pernah ada persetujuan Ibu Hartati untuk memberi uang," tukasnya.
(ysw)