Hartati akui pembicaraan dengan Amran
Jum'at, 28 September 2012 - 14:20 WIB
Hartati akui pembicaraan dengan Amran
A
A
A
Sindonews.com - Tersangka kasus suap Bupati Buol, Amran Batalipu, Siti Hartati Murdaya mengakui percakapan antara dirinya dengan Manajer Financial Controller PT Hardaya Inti Plantation (HIP) Arim maupun Bupati Buol, Amran Batalipu.
Namun, Hartati menganggap percakapan tersebut hanyalah percakapan basa-basi yang berhasil disadap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Itu kan (percakapan) cuma basa-basi," kata Hartati sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Diakui Pemilik PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantations (HIP) tersebut, percakapan tersebut terjadi karena Amran meminta sejumlah uang kepada perusahaan miliknya di Buol.
Namun perusahaan sempat menolak permintaan uang tersebut. "Karena Bupatinya (Amran) minta uang, jadi kita berusaha untuk nolak dengan pakai barier barter," tukas Hartati.
Sebelumnya diketahui, dalam persidangan terdakwa Yani Anshori di Pengadilan Tipikor Kamis (27/9/2012) kemarin, diketahui Hartati melakukan serangkaian pembicaraan dengan Arim maupun Amran. Pembicaraan itu terkait dengan permintaan Hartati agar HGU terhadap perkebunannya di Buol tidak dikurangi.
Namun, Hartati menganggap percakapan tersebut hanyalah percakapan basa-basi yang berhasil disadap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Itu kan (percakapan) cuma basa-basi," kata Hartati sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Diakui Pemilik PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantations (HIP) tersebut, percakapan tersebut terjadi karena Amran meminta sejumlah uang kepada perusahaan miliknya di Buol.
Namun perusahaan sempat menolak permintaan uang tersebut. "Karena Bupatinya (Amran) minta uang, jadi kita berusaha untuk nolak dengan pakai barier barter," tukas Hartati.
Sebelumnya diketahui, dalam persidangan terdakwa Yani Anshori di Pengadilan Tipikor Kamis (27/9/2012) kemarin, diketahui Hartati melakukan serangkaian pembicaraan dengan Arim maupun Amran. Pembicaraan itu terkait dengan permintaan Hartati agar HGU terhadap perkebunannya di Buol tidak dikurangi.
(ysw)