Ketua Umum jangan jadi batu loncatan nyapres
Kamis, 27 September 2012 - 08:26 WIB
Ketua Umum jangan jadi batu loncatan nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Posisi Ketua Umum sebuah partai seharusnya tidak dijadikan sebuah batu loncatan untuk naik ke level pemerintahan seperti halnya ikut dalam pencalonan presiden. Hal tersebut dikarenakan seharunya ketua umum harus bisa fokus untuk mengurus partainya dan tidak terpecah dengan urusan lainnya.
Sekretaris Majelis Nasional Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Jeffrie Geovanie, ketua umum sebuah partai hanya bertugas menciptakan demokrasi internal partai, pendidikan kader sehingga kualitas pemimpin masa depan terjamin.
"Partai politik kita harus dibenahi. Itulah semangatnya," ujar Jeffrie melalui pesan singkatnya kepada sindonews, Kamis (27/9/2012).
Jeffrie menjelaskan, saat ini kondisi partai politik di Indonesia cukup memprihatinkan karena banyak di internal partai politik yang hanya sibuk mencari kekuasaan. Jefrie menganggap, ketua umum partai yang ada saat ini hanya sibuk untuk mendulang dukungan menjadi capres, namun sering lupa untuk mendidik kader menjadi pemimpin.
"Partai politik di Indonesia hanya berorientasi kekuasaan. Padahal, kekuasaan itu selalu diperoleh karena bergabung dengan parpol. Jadi, bila parpolnya tidak beres maka kepemimpinan nasional juga akan bobrok," jelasnya.
Menurutnya, elit politik harus sadar bahwa untuk menciptakan pemimpin masa depan berkualitas, hanya dengan rekrutmen kader dan mendidik mereka secara berkualitas. Hal tersebut merupakan tugas ketua umum partai.
"Harus disadari oleh elit-elit politik di negeri ini maka tugas utama parpol sebagai sumber rekrutmen kepemimpinan nasional pasti mudah dicapai dan pada akhirnya akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas," tegasnya.
Partai NasDem, menurutnya, sedang menciptakan atmosfer rekrutmen internal calon pemimpin bangsa. Misalnya, Patrice Rio Capella sebagai ketua umum Partai NasDem ditugaskan oleh Ketua Majelis Nasional Partai, Surya Paloh, bukan untuk menjadi calon Presiden, tugasnya adalah mengurus partai. Hal yang sama, menurutnya terjadi di Gerindra.
"Ketua Umum partai dan jajarannya memang harus konsentrasi penuh mengurus dan membesarkan partai," tegasnya.
Sekretaris Majelis Nasional Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Jeffrie Geovanie, ketua umum sebuah partai hanya bertugas menciptakan demokrasi internal partai, pendidikan kader sehingga kualitas pemimpin masa depan terjamin.
"Partai politik kita harus dibenahi. Itulah semangatnya," ujar Jeffrie melalui pesan singkatnya kepada sindonews, Kamis (27/9/2012).
Jeffrie menjelaskan, saat ini kondisi partai politik di Indonesia cukup memprihatinkan karena banyak di internal partai politik yang hanya sibuk mencari kekuasaan. Jefrie menganggap, ketua umum partai yang ada saat ini hanya sibuk untuk mendulang dukungan menjadi capres, namun sering lupa untuk mendidik kader menjadi pemimpin.
"Partai politik di Indonesia hanya berorientasi kekuasaan. Padahal, kekuasaan itu selalu diperoleh karena bergabung dengan parpol. Jadi, bila parpolnya tidak beres maka kepemimpinan nasional juga akan bobrok," jelasnya.
Menurutnya, elit politik harus sadar bahwa untuk menciptakan pemimpin masa depan berkualitas, hanya dengan rekrutmen kader dan mendidik mereka secara berkualitas. Hal tersebut merupakan tugas ketua umum partai.
"Harus disadari oleh elit-elit politik di negeri ini maka tugas utama parpol sebagai sumber rekrutmen kepemimpinan nasional pasti mudah dicapai dan pada akhirnya akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas," tegasnya.
Partai NasDem, menurutnya, sedang menciptakan atmosfer rekrutmen internal calon pemimpin bangsa. Misalnya, Patrice Rio Capella sebagai ketua umum Partai NasDem ditugaskan oleh Ketua Majelis Nasional Partai, Surya Paloh, bukan untuk menjadi calon Presiden, tugasnya adalah mengurus partai. Hal yang sama, menurutnya terjadi di Gerindra.
"Ketua Umum partai dan jajarannya memang harus konsentrasi penuh mengurus dan membesarkan partai," tegasnya.
(azh)