Salah tangkap, Densus 88 diprotes Kontras

Rabu, 26 September 2012 - 00:29 WIB
Salah tangkap, Densus...
Salah tangkap, Densus 88 diprotes Kontras
A A A
Sindonews.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) memprotes tindakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri terkait operasi anti terorisme. Alasannya, tindakan aparat keamanan itu dinilai semena-mena. Buktinya, masih terjadi praktik salah tangkap.

"Kontras protes keras atas tindakan semena-mena yang belakangan ini kerap dilakukan para personel Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri dalam serangkaian operasi penindakan teror Solo di beberapa wilayah di Indonesia," kata Koordinator Kontras, Haris Azhar, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Dia mengatakan, operasi anti terorisme Densus 88 Anti Teror belum diikuti dengan kualitas pelaksanaan penindakan di lapangan. Terbukti dengan adanya praktik salah tangkap yang dikombinasikan dengan tindakan melumpuhkan lawan secara serampangan kepada warga sipil.

Aktivis HAM itu mencontohkan praktik dugaan salah tangkap yang dialami Muarifin (18 Juli 2012) dan Dul Rahman pada 22 September 2012. Menurutnya, dugaan salah tangkap terhadap Muarifin bermula dari kesalahpahaman personel Densus 88 saat membaca isi surat perintah penangkapan.

Dalam surat tersebut, Kepala Densus 88 Anti Teror memerintahkan untuk menangkap Arifin alias Gogon yang diduga terlibat aksi terorisme. "Padahal, Muarifin dan Arifin adalah 2 orang yang memiliki identitas berbeda," ungkap dia.

Sedangkan dalam kasus Dul Rahman, korban langsung dicokok di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ketika hendak mendokumentasikan penangkapan sejumlah pelaku teroris. Bahkan, Dul Rahman sempat ditahan dan mengalami perlakuan kasar sebelum dibebaskan.

Selain Muarifin dan Dul Rahman, lanjut Haris, hal serupa dialami Wiji Suwito. Mertua Bayu Setiono itu diduga dipukuli aparat. Selain itu, pasukan Densus 88 Anti Teror mengepung rumahnya sambil mengarahkan senjata. Padahal, Wiji bukan target penangkapan kendati menantunya Bayu diduga terlibat aksi teror di Solo.

Haris berpendapat, adanya praktik dugaan salah tangkap tersebut menunjukkan bahwa kegiatan personel Densus 88 Anti Teror tidak mengacu pada Peraturan Kapolri 23/2011 tentang Prosedur Penindakan Tersangka Tindak Pidana Terorisme.

Ketentuan tersebut menyebutkan bahwa semua kegiatan penindakan tersangka mesti diikuti dengan prinsip kehati-hatian dan mempertimbangkan resiko keamanan/keselamatan manusia.

"Kami meminta Komnas HAM dan Ombudsmen juga melihat persoalan kekerasan dalam operasi pemberantasan terorisme, melakukan penyelidikan bersama, dan memberikan tindakan korektif bagi Kepolisian terutama Densus 88," pinta dia.
(ysw)
Berita Terkait
Menperin: Industri Manufaktur...
Menperin: Industri Manufaktur tumbuh Positif 4,88 Persen
Polres Simalungun Diganjar...
Polres Simalungun Diganjar Kapoldasu Penghargaan IKPA
Kinerja Baik, Kapolda...
Kinerja Baik, Kapolda Jatim Nico Berikan Penghargaan untuk Polres dan Anggota
YouTuber Muhammad Kace...
YouTuber Muhammad Kace Ditangkap, MUI Apresiasi Kinerja Polisi
Marak Pencurian Mesin...
Marak Pencurian Mesin Traktor, Kinerja Polisi Wajo Disorot
Kapolri Sebut Peningkatan...
Kapolri Sebut Peningkatan Kesejahteraan Bisa Maksimalkan Kinerja Polisi
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved