Bagaimana nasib Baderi, keluarga pasrah

Senin, 24 September 2012 - 14:27 WIB
Bagaimana nasib Baderi,...
Bagaimana nasib Baderi, keluarga pasrah
A A A
Sindonews.com - Keluarga terduga teroris mengaku pasrah nasib Baderi Hartono (45) yang diringkus Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kampung Griyan, Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu 22 September 2012. Hingga saat ini, keluarga tak tahu kemana Densus membawa bapak delapan anak itu.

“Saya tidak tahu Baderi dibawa kemana? Pak polisi di Polres pastinya juga tidak tahu. Posisi keluarga sekarang menunggu saja informasi,” kata Ngubaidi, kakak ipar Baderi di rumahnya Kampung Griyan RT 05/RW X, Senin (24/9/2012).

Ngubaidi dan adiknya Hanifah dijemput aparat beberapa jam setelah Densus menyergab Baderi saat dia pulang dari masjid, Sabtu 22 September 2012 sekira pukul 05.30 WIB. Ngubaidi merupakan kakak ipar Baderi. Dua keluarga itu tinggal di satu bangunan di RT 05/RW X. Baderi dan istrinya Hanifah beternak burung sebagai penyambung hidup. Sedangkan Ngubaidi membuka toko kelontong.

“Harapan saya, Baderi dinyatakan tidak terlibat dan segera dipulangkan. Tapi entahlah, saya juga kurang paham,” jelasnya.

Ngubaidi menceritakan dirinya dan Hanifah dicecar pertanyaan saat berada ke Mapolresta Surakarta sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Materi pertanyaan itu untuk menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi.

“Cuma ditanya saja, mulanya identitas saya dan lain sebagainya. Setelah pukul 14.00 WIB, istirahat setengah jam. Lalu saya dibiarkan di sana sampai malam hingga akhirnya diperbolehkan pulang pukul 21.00 WIB,” kata dia.

Ngubaidi mengaku tak diperlakukan kasar secara fisik saat ditanyai petugas. Ia bahkan diperbolehkan beristirahat usai menjalani pemeriksaan. Pantauan Sindonews.com, garis polisi di depan rumah Ngubaidi hari ini sudah dilepas. Hanya saja garis itu masih terpasang di depan rumah Baderi.
(ysw)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
Bagaimana Strategi Houthi...
Bagaimana Strategi Houthi untuk Meledakkan Kapal Induk AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved