13 negara ikuti kejuaraan terjun payung militer
Minggu, 23 September 2012 - 16:08 WIB
13 negara ikuti kejuaraan terjun payung militer
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 13 negara ambil bagian dalam kejuaraan terjun payung militer Asia pertama dan kejuaraan terjun payung TNI terbuka 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta 23-30 September 2012. Total terdapat 85 atlet yang berlomba, terdiri dari 72 putra dan 13 putri.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, dua kejuaraan tersebut sengaja digelar bersamaan untuk menyerap lebih banyak peserta. Jika hanya terjun payung militer Asia, maka pesertanya terbatas pada negara anggota Dewan Olahraga Militer Internasional (Conseil International du Sport Militaire/CISM).
Sementara, tidak semua negara anggota CISM. Karenanya, dengan digabungkannya dua kejuaraan ini maka negara non-anggota CISM bisa ikut berpartisipasi.
Agus menyebut, selain tuan rumah Indonesia, beberapa negara yang mengirimkan atletnya yakni Amerika Serikat, Rusia, Kazakstan, Srilanka, Australia, Jepang, Qatar, Filipina, dan lainnya.
"Kita ingin memupuk kerja sama di antara negara-negara anggota Asia pada khususnya, dan seluruh komunitas internasional pada umumnya, di bidang terjun payung militer. Saya yakin olahraga ini bisa meningkatkan rasa saling percaya di antara miiliter-militer di dunia. Kejuaraan terjun payung akan terus digelar untuk menambah jumlah negara peserta," katanya usai membuka kejuaraan terjun payung itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (23/9).
Melalui kejuaraan tersebut juga diharapkan memperluas promosi terkait citra TNI dan CISM. Dalam ajang ini, Indonesia menempatkan atlet-atlet dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, dan kontingen dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
Agus menambahkan, persiapan atlet Indonesia diuntungkan karena sebelumnya mengikuti beberapa even, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Olahraga terjun payung, sebutnya, sangat tergantung oleh kondisi alam, skill, dan kondisi fisik.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, dua kejuaraan tersebut sengaja digelar bersamaan untuk menyerap lebih banyak peserta. Jika hanya terjun payung militer Asia, maka pesertanya terbatas pada negara anggota Dewan Olahraga Militer Internasional (Conseil International du Sport Militaire/CISM).
Sementara, tidak semua negara anggota CISM. Karenanya, dengan digabungkannya dua kejuaraan ini maka negara non-anggota CISM bisa ikut berpartisipasi.
Agus menyebut, selain tuan rumah Indonesia, beberapa negara yang mengirimkan atletnya yakni Amerika Serikat, Rusia, Kazakstan, Srilanka, Australia, Jepang, Qatar, Filipina, dan lainnya.
"Kita ingin memupuk kerja sama di antara negara-negara anggota Asia pada khususnya, dan seluruh komunitas internasional pada umumnya, di bidang terjun payung militer. Saya yakin olahraga ini bisa meningkatkan rasa saling percaya di antara miiliter-militer di dunia. Kejuaraan terjun payung akan terus digelar untuk menambah jumlah negara peserta," katanya usai membuka kejuaraan terjun payung itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (23/9).
Melalui kejuaraan tersebut juga diharapkan memperluas promosi terkait citra TNI dan CISM. Dalam ajang ini, Indonesia menempatkan atlet-atlet dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, dan kontingen dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
Agus menambahkan, persiapan atlet Indonesia diuntungkan karena sebelumnya mengikuti beberapa even, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Olahraga terjun payung, sebutnya, sangat tergantung oleh kondisi alam, skill, dan kondisi fisik.
(hyk)