Densus 88 kembali ringkus warga Solo
Minggu, 23 September 2012 - 14:23 WIB
Densus 88 kembali ringkus warga Solo
A
A
A
Sindonews.com - Tim Densus 88 Antiteror kembali meringkus seorang warga RT 02/RW XI Kampung Madokan Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah sekira pukul 11.00 WIB. Hingga kini polisi belum menyebut keterkaitan warga tersebut dalam jaringan terorisme.
Pria bernama Joko Tripitono (40) diringkus Densus tanpa memberikan perlawanan saat berada di rumah mertuanya, di Kampung Madokan. Ditempat tersebut, ia menempati rumah kerabatnya bersama istri dan lima orang anak.
Joko sehari-hari berdagang handphone keliling. Menurut penuturan warga, Joko merupakan sosok yang ramah. Warga tidak menduga Joko terlibat jaringan radikal.
“Joko penduduk sini sejak ia kecil. Saya tidak tahu mengapa ia ditangkap Densus,” kata Panji (50) tetangga Joko di kediamannya, Minggu (23/9/2012).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Joko berperan menyembunyikan Nurdin M Top beberapa tahun silam. Perbuatannya tersebut membuat ia sempat mendekam di penjara.
Sebelum meringkus Joko tadi siang, aparat Polresta Surakarta memblokade Jalan Kenanga, Badran sepanjang 300 meter untuk memberi ruang Densus 88 beroperasi. Proses sterilisasi hingga penangkapan Joko berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga sekira pukul 11.30 WIB. Belum diketahui barang bukti yang diambil di kediaman Joko.
Rumah mertuanya juga tidak digaris polisi layaknya rumah para terduga teroris dengan temuan benda membahayakan. Meski demikian, tim Labfor Polda Jateng dan Inafis terlihat membekali diri dengan peralatan identifikasi lapangan.
Berdasarkan pengamatan, tumpukan buku-buku dan sejumlah dokumen di dalam box plastik dibawa tim identifikasi. Saat digelandang tim Densus 88 menuju mobil Kijang silver AD 8054 BD, Joko tak berpenutup muka. Tak berapa lama usai Joko diamankan, aparat melepas police line yang mengitari di kampung tersebut.
Pria bernama Joko Tripitono (40) diringkus Densus tanpa memberikan perlawanan saat berada di rumah mertuanya, di Kampung Madokan. Ditempat tersebut, ia menempati rumah kerabatnya bersama istri dan lima orang anak.
Joko sehari-hari berdagang handphone keliling. Menurut penuturan warga, Joko merupakan sosok yang ramah. Warga tidak menduga Joko terlibat jaringan radikal.
“Joko penduduk sini sejak ia kecil. Saya tidak tahu mengapa ia ditangkap Densus,” kata Panji (50) tetangga Joko di kediamannya, Minggu (23/9/2012).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Joko berperan menyembunyikan Nurdin M Top beberapa tahun silam. Perbuatannya tersebut membuat ia sempat mendekam di penjara.
Sebelum meringkus Joko tadi siang, aparat Polresta Surakarta memblokade Jalan Kenanga, Badran sepanjang 300 meter untuk memberi ruang Densus 88 beroperasi. Proses sterilisasi hingga penangkapan Joko berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga sekira pukul 11.30 WIB. Belum diketahui barang bukti yang diambil di kediaman Joko.
Rumah mertuanya juga tidak digaris polisi layaknya rumah para terduga teroris dengan temuan benda membahayakan. Meski demikian, tim Labfor Polda Jateng dan Inafis terlihat membekali diri dengan peralatan identifikasi lapangan.
Berdasarkan pengamatan, tumpukan buku-buku dan sejumlah dokumen di dalam box plastik dibawa tim identifikasi. Saat digelandang tim Densus 88 menuju mobil Kijang silver AD 8054 BD, Joko tak berpenutup muka. Tak berapa lama usai Joko diamankan, aparat melepas police line yang mengitari di kampung tersebut.
(ysw)