Staf Kemenkeu siap beberkan anggaran simulator SIM
Selasa, 18 September 2012 - 11:44 WIB
Staf Kemenkeu siap beberkan anggaran simulator SIM
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herry Purnomo untuk dimintai keterangan terkait perkara di Korps Lalu Lintas (Korlantas) yang menyeret empat perwira tinggi Mabes Polri.
Anak buah Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo kali ini hadir, setelah sebelumnya pada jadwal pemeriksaan Selasa pekan lalu tak bisa datang.
"Selasa pekan lalu saya tidak hadir karena ada kegiatan bersamaan di DPD mereka minta dalam rangka penyusunan RAPBN 2013. Minta persentasi terbaik terkait dengan RAPBN. Jadi untuk yang didiskusikan karena DPD juga harus memberikan pandangan terhadap penyusunan RAPBN. Jadi dalam rangka itu," ujar Herry ketika ditanya wartawan alasan ketidakhadirannya pada pemeriksaan sebelumnya, Selasa (18/9/2012).
Kata Herry, hari ini dia siap memberikan keterangan yang diperlukan KPK. Dia sudah membawa sejumlah data-data penganggaran terkait proyek simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korlantas Mabes Polri tahun 2011. "Ini terkait proses penganggaran," ujarnya singkat sembari memasuki ruang penyidik KPK.
Anak buah Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo kali ini hadir, setelah sebelumnya pada jadwal pemeriksaan Selasa pekan lalu tak bisa datang.
"Selasa pekan lalu saya tidak hadir karena ada kegiatan bersamaan di DPD mereka minta dalam rangka penyusunan RAPBN 2013. Minta persentasi terbaik terkait dengan RAPBN. Jadi untuk yang didiskusikan karena DPD juga harus memberikan pandangan terhadap penyusunan RAPBN. Jadi dalam rangka itu," ujar Herry ketika ditanya wartawan alasan ketidakhadirannya pada pemeriksaan sebelumnya, Selasa (18/9/2012).
Kata Herry, hari ini dia siap memberikan keterangan yang diperlukan KPK. Dia sudah membawa sejumlah data-data penganggaran terkait proyek simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korlantas Mabes Polri tahun 2011. "Ini terkait proses penganggaran," ujarnya singkat sembari memasuki ruang penyidik KPK.
(lns)