Sayembara tangkap SBY pelecehan terhadap negara
Selasa, 18 September 2012 - 11:01 WIB
Sayembara tangkap SBY pelecehan terhadap negara
A
A
A
Sindonews.com - Sayembara menangkap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tawaran hadiah sebesar USD 80.000 dibuat Ed Mc Williamms, orang yang mengaku aktivis The West Papua Advoc menuai kecaman dari berbagai pihak.
Salah satunya Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin. Saleh Husin menilai, sayembara menangkap Presiden SBY saat melakukan kunjungan ke Inggris November mendatang merupakan bentuk pelecehan terhadap negara.
Meskipun Ed Mc Williams hanya bermaksud menarik perhatian publik di balik sayembara itu, namun kata Seleh Husin sebagai bangsa yang berdaulat, hal itu tetap sebuah pelecehan atas kewibawaan dan kedaulatan Indonesia.
"Di mana kewibawaan bangsa kita di mata internasional direndahkan dengan cara tidak terhormat, maka kita tentu harus bersatu untuk melawannya," tegas Saleh di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Menurut Saleh, terkait dengan persoalan hukum yang dipermasalahkan oleh Ed Mc Williams yakni pembunuhan 500 warga Papua, Saleh Husin meminta agar diselesaikan melalui jalur hukum.
"Kalau memang itu ada, selesaikan secara hukum," tukasnya.
Namun, tegas dia, kewibawaan negara tetap harus dijaga, apalagi sayembara penangkapan itu dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan. "Ini tentu sama aja dengan merendahkan bangsa Indonesia tercinta, sehingga harus dilawan," tandas anggota Komisi V DPR itu.
Seperti diketahui, Ed Mc Williams, orang yang mengaku aktivis The West Papua Advocacy Team (WPAT) menawarkan hadiah sebesar USD 80.000 atau sekitar 790 juta rupiah bagi warga Inggris yang berhasil menangkap Presiden SBY ketika mengunjungi Inggris bulan November mendatang.
Sayembara Ed McWilliams dimuat Siaran Radio Zelandia Baru (www.rnzi.com), Jumat 14 September 2012, pekan lalu dengan waktu posting pukul 01.54.
Alasan warga Inggris perlu menangkap SBY, kata Williams, adalah karena aparat pemerintah Indonesia telah membunuh lebih dari 500 ribu orang Papua selama menduduki wilayah Papua Barat.
Salah satunya Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin. Saleh Husin menilai, sayembara menangkap Presiden SBY saat melakukan kunjungan ke Inggris November mendatang merupakan bentuk pelecehan terhadap negara.
Meskipun Ed Mc Williams hanya bermaksud menarik perhatian publik di balik sayembara itu, namun kata Seleh Husin sebagai bangsa yang berdaulat, hal itu tetap sebuah pelecehan atas kewibawaan dan kedaulatan Indonesia.
"Di mana kewibawaan bangsa kita di mata internasional direndahkan dengan cara tidak terhormat, maka kita tentu harus bersatu untuk melawannya," tegas Saleh di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Menurut Saleh, terkait dengan persoalan hukum yang dipermasalahkan oleh Ed Mc Williams yakni pembunuhan 500 warga Papua, Saleh Husin meminta agar diselesaikan melalui jalur hukum.
"Kalau memang itu ada, selesaikan secara hukum," tukasnya.
Namun, tegas dia, kewibawaan negara tetap harus dijaga, apalagi sayembara penangkapan itu dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan. "Ini tentu sama aja dengan merendahkan bangsa Indonesia tercinta, sehingga harus dilawan," tandas anggota Komisi V DPR itu.
Seperti diketahui, Ed Mc Williams, orang yang mengaku aktivis The West Papua Advocacy Team (WPAT) menawarkan hadiah sebesar USD 80.000 atau sekitar 790 juta rupiah bagi warga Inggris yang berhasil menangkap Presiden SBY ketika mengunjungi Inggris bulan November mendatang.
Sayembara Ed McWilliams dimuat Siaran Radio Zelandia Baru (www.rnzi.com), Jumat 14 September 2012, pekan lalu dengan waktu posting pukul 01.54.
Alasan warga Inggris perlu menangkap SBY, kata Williams, adalah karena aparat pemerintah Indonesia telah membunuh lebih dari 500 ribu orang Papua selama menduduki wilayah Papua Barat.
(lns)