PPP tuntut AS proses Nakoula Bacile

Senin, 17 September 2012 - 20:09 WIB
PPP tuntut AS proses...
PPP tuntut AS proses Nakoula Bacile
A A A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengutuk keras dibuat dan beredarnya film yang jelas menodai ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW. Film berkualitas rendah itu, hanya menunjukkan kebencian, pemahaman yang sempit dan sepihak dari pembuatnya.

"Untuk itu, PPP meminta Pemerintah AS segera memproses secara hukum penodaan agama yang dilakukan Nakoula Bacile atau siapapun nama aliasnya, berikut yang terlibat dalam pembuatan film tersebut, untuk meredam eskalasi kekerasan anti AS," ujar Sekjen DPP PPP Romahurmuziy dalam rilis yang diterima SINDO, Senin (17/9/2012).

Menurut Romy sapaan akrab Romahurmuziy, hal itu harus dilakukan AS untuk memperlihatkan keseriusan pemerintah AS dalam turut menjaga harmonitas kehidupan beragama, dan melokalisir isu anti AS kepada si pembuat film tersebut.

"Ini penting untuk menjaga agar eskalasi yang ada tidak semakin berkembang kepada arah yang missleading," katanya.

Romy melanjutkan, PPP juga menyesalkan jatuhnya korban tak berdosa, termasuk diplomat AS di Libya, atas adanya kekerasan yang dipicu beredarnya film tersebut. Setiap negara diharapkan tetap menghormati dan melindungi kedaulatan sebuah negara atas dasar prinsip hubungan internasional.

"Untuk itu proses hukum yang memadai harus tetap dilakukan kepada para pelaku agar ketertiban hubungan antar negara tetap terjaga," lanjutnya.

Menurut Romy, PPP juga meminta kepada umat Islam Indonesia dalam mengekspresikan kesamaan sikap mengutuk film tersebut, untuk tetap menahan diri dari tindakan kekerasan, menjaga kerukunan umat beragama, dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpancing dengan provokasi atas nama apapun.

Ketua Komisi IV ini menambahkan, PPP menyerukan kepada seluruh tokoh agama di dunia untuk menjaga seluruh umatnya dari tindakan provokasi yang dilakukan sekelompok radikalis yang salah arah dalam memahami ajaran-ajaran moderasi yang terkandung dalam setiap agamanya.

"Dan dari kelompok anti agama yang meyakini bahwa agama adalah candu kehidupan," pungkasnya.
(hyk)
Berita Terkait
Post Truth Era, Persepsi...
Post Truth Era, Persepsi Dinilai Lebih Penting daripada Realitas
Kekerasan Etnis di India:...
Kekerasan Etnis di India: Desa-desa Dibakar Menjadi Abu
Cegah SARA di Sekolah,...
Cegah SARA di Sekolah, Wagub Emil Minta Kedepankan Upaya Preventif
Pesan dari Kabareskrim,...
Pesan dari Kabareskrim, Forkamri: Jangan Main-main dengan Isu SARA
Dari Gambar Bermuara...
Dari Gambar Bermuara Isu SARA
Bentrok Antaretnis Kembali...
Bentrok Antaretnis Kembali Pecah di India, 9 Orang Tewas
Berita Terkini
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved