Muhaimin: Malaysia harus jelaskan penembakan 5 WNI
Minggu, 16 September 2012 - 15:51 WIB
Muhaimin: Malaysia harus jelaskan penembakan 5 WNI
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia meminta pihak Kepolisian Malaysia untuk mengusut tuntas, dan menjelaskan kasus penembakan lima warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, pihaknya telah mendesak pihak Kepolisian Malaysia untuk mengusut tuntas, dan menjelaskan kasus penembakan itu kepada publik. Dengan demikian, diharapkan kasus tersebut bisa terang benderang.
"Pengusutan itu untuk membuktikan apakah tindakan polisi tersebut menyalahi aturan atau tidak," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Dia pun menegaskan, akan terus mengawasi secara ketat proses pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke negara tetangga, untuk mencegah adanya kasus TKI ilegal. "Masih adanya TKI ilegal menyulitkan upaya penanganan pemerintah ketika TKI dibelit masalah di luar negeri," ujarnya.
Selain itu, dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak bekerja di luar negeri tanpa melalui jalur resmi, dan dilengkapi identitas, serta dokumen yang resmi.
"Jika mau bekerja ke luar negeri, termasuk ke Malaysia, gunakan prosedur resmi. Itu akan lebih melindungi TKI dari peristiwa seperti yang terakhir ini. Rata-rata TKI yang bermasalah itu yang pergi tidak resmi, sehingga tidak dapat perlindungan, dan posisi tawarnya lemah," jelasnya.
Menurutnya, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga akan menertibkan daerah-daerah yang banyak mengirimkan TKI ilegal ke luar negeri. Kemudian, menindak tegas setiap pelanggaran-pelanggaran yang merugikan, dan membahayakan TKI.
"Kita tidak menutup mata dengan masih banyaknya daerah-daerah yang menjadi lokasi pengiriman TKI ilegal. Kita akan tertibkan semuanya," tandasnya.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, pihaknya telah mendesak pihak Kepolisian Malaysia untuk mengusut tuntas, dan menjelaskan kasus penembakan itu kepada publik. Dengan demikian, diharapkan kasus tersebut bisa terang benderang.
"Pengusutan itu untuk membuktikan apakah tindakan polisi tersebut menyalahi aturan atau tidak," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Dia pun menegaskan, akan terus mengawasi secara ketat proses pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke negara tetangga, untuk mencegah adanya kasus TKI ilegal. "Masih adanya TKI ilegal menyulitkan upaya penanganan pemerintah ketika TKI dibelit masalah di luar negeri," ujarnya.
Selain itu, dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak bekerja di luar negeri tanpa melalui jalur resmi, dan dilengkapi identitas, serta dokumen yang resmi.
"Jika mau bekerja ke luar negeri, termasuk ke Malaysia, gunakan prosedur resmi. Itu akan lebih melindungi TKI dari peristiwa seperti yang terakhir ini. Rata-rata TKI yang bermasalah itu yang pergi tidak resmi, sehingga tidak dapat perlindungan, dan posisi tawarnya lemah," jelasnya.
Menurutnya, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga akan menertibkan daerah-daerah yang banyak mengirimkan TKI ilegal ke luar negeri. Kemudian, menindak tegas setiap pelanggaran-pelanggaran yang merugikan, dan membahayakan TKI.
"Kita tidak menutup mata dengan masih banyaknya daerah-daerah yang menjadi lokasi pengiriman TKI ilegal. Kita akan tertibkan semuanya," tandasnya.
(lil)