IDI tolak sertifikasi ulama terkait terorisme

Jum'at, 14 September 2012 - 22:56 WIB
IDI tolak sertifikasi...
IDI tolak sertifikasi ulama terkait terorisme
A A A
Sindonews.com - Usul Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal sertifikasi ulama merupakan pelecehan dan fitnah terhadap kaum ulama. Apalagi, usulan tersebut dikaitkan dengan aksi terorisme yang sekarang sedang marak di Indonesia.

"BNPT seakan menuduh ulama sebagai biang keladi munculnya aksi terorisme di Indonesia. Itu merupakan bentuk pelecehen dan fitnah," tegas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Dai Indonesia (IDI) Idris Abdul Somad, Jumat (14/9/2012).

Menurut Idris, sertifikasi tidak jadi persoalan jika tidak dikaitkan dengan teroris. Melainkan dikaitkan dengan pemberdayaan ulama. Baik dari segi kapasitas maupun kesejahteraan.

"Silakan saja diberlakukan sertifikasi, asal tidak ada kaitannya dengan teroris," ujarnya.

Idris yang juga Wakil Wali Kota Depok ini mencontohkan, di Saudi Arabia seorang mufti (ulama) disertifikasi oleh pemerintah. Seorang mufti memiliki wewenang untuk menginterpretasikan teks dan memberikan fatwa kepada umat. Fungsi mufti tersebut kadang-kadang diambil oleh suatu organisasi ulama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun oleh Pengadilan Agama.

"Hanya saja mereka digaji sesuai gaji menteri dan mendapat fasilitas istimewa. Kalau BNPT ingin menerapkan seperti itu ya tidak menjadi masalah ulama disertifikasi. Lagian kan, ulama dan kiai merupakan gelar yang diberikan masyarakat bukan pemerintah," kata Idris.

Mantan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok ini mengatakan, kemungkinan besar yang dimaksud BNPT bukan ulama melainkan dai (penceramah).
Memang, kata Idris, dalam aturan Departemen Agama (Depag) seorang penyuluh harus memiliki sertifikasi sebelum terjun ke masyarakat. Yakni pemula, madia, dan purna.

"Setiap orang yang sudah mencapai level purna kita tempatkan di satu provinsi yang membutuhkan penda'i. Mereka kita gaji sesuai fungsi dan tugas yang diembankan kepada mereka," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved