Hartati dihantui Jaya Komara

Jum'at, 14 September 2012 - 18:57 WIB
Hartati dihantui Jaya...
Hartati dihantui Jaya Komara
A A A
Sindonews.com - Tersangka dalam kasus penyuapan Bupati Buol, Siti Hartati Murdaya takut meninggal di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, pengusaha itu kembali mengeluhkan sakit yang dialaminya.

Ketakutan Hartati ini mengingatkan peristiwa meninggalnya Jaya Komara, tersangka kasus penipuan yang meninggal di ruang tahanan Polres Kota Tangerang.

Kepada kuasa hukumnya itu, dia mengeluhkan kondisi yang dialaminya selama berada di rumah tahanan (rutan) KPK. Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu mengeluhkan sakit yang dialaminya semakin bertambah.

"Tadi bertemu dia (Hartati) tambah sakit, makin parah. Kakinya kejang-kejang terus. Dia mengeluhkan sakitnya saja. Tolong saya dibantu, jangan sampai mendadak mati di sini (sel). Begitu katanya,“ kata Tumbur menirukan ucapan Hartati usai menjenguknya di rutan KPK, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Tumbur menegaskan, gejala sakit yang dirasakan oleh Hartati bukan faktor stres biasa akibat permasalahan yang dijalaninya. Maka itu, dia berharap kliennya mendapatkan perawatan dari dokter spesialis dan bukan sekadar dokter umum yang ada di KPK.

"Bukan stres, sakit kram-kram. Kadang-kadang jantungnya enggak normal. Di sini kan ada dokter umum kata dia. Kalau bisa harus diperiksa oleh dokter spesialis,“ tukasnya.

Namun demikian, dirinya tampak terlihat panik ketika dikonfirmasi mengenai surat diagnosis penyakit Hartati. Dia tidak menunjukkan surat tersebut dan beralasan, hal itu bukan ranahnya. “Itu saya enggak tahu. Urusannya kan sama dokter. Saya mengurusi hukumnya,“ dalihnya.

Keterangan Tumbur bertolak belakang dengan pihak KPK. Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, tim dokter lembaga antikorupsi itu telah melakukan pemeriksaan terhadap Hartati. Dari hasil pemeriksaan, diketahui mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu tidak menderita kejang-kejang seperti yang dikeluhkan Tumbur sebelumnya.

“Setelah diperiksa ternyata hanya kram. Makanya kita melanjutkan pemeriksaan,“ jelas Johan.
(kur)
Berita Terkait
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, JPU Akan Analisis
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK dari Terdakwa RPTKA
Mantan Kepala BPN Riau...
Mantan Kepala BPN Riau Jadi Tersangka Suap Pengurusan HGU
Kades Dikeroyok Warga...
Kades Dikeroyok Warga Gara-gara Mengingkatkan Salat Ied di Rumah
Kasus Korupsi Bupati...
Kasus Korupsi Bupati Kuansing, KPK Periksa Kepala Kanwil BPN Riau
Komitmen Berantas Korupsi,...
Komitmen Berantas Korupsi, PTPN Respons Mantan Pejabat Jadi Tersangka KPK
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved