Diprediksi 2014, terjadi perang media & politik
Jum'at, 14 September 2012 - 01:29 WIB
Diprediksi 2014, terjadi perang media & politik
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya pemilik modal yang berasal dari partai politik untuk menjadi penguasa media di Indonesia, membuat perhelatan Pemilu 2014 nanti akan ramai. Diprediksi Pemilu 2014 nanti akan terjadi perang media dan politik.
Menurut Garin, para penggerak dan pemilik media yang ikut terjun ke dalam politik menjadi era baru antara bisnis dan kekuatan politik. Kekuatan media khususnya pemilik stasiun televisi akan bertempur di 2014, mewarnai itu.
"Komunikasi politik pada tingkat pemimpin di negeri ini akan terguncang, jika media tak ikut dalam percampuran era demokrasi, rumit untuk diawasi," ujarnya kepada wartawan dalam Dialog Kebangsaan dan Konferensi Pers di Kantor PDI Perjuangan Jakarta Selatan, Kamis (13/09/12).
Ia mengaku khawatir hal itu akan berdampak pada komunikasi publik kode etik komunikasi dalam kehidupan berdemokrasi.
"Hanya politik dealer saja, gagasan tak ada. Tahun 2014 akan ada perubahan besar. Bisnis tercipta antara politik dan media," jelasnya.
Hal itu didukung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang mengaku heran dengan para politikus yang membeli media. Apalagi saat ini, lanjutnya, media cenderung mendegadrasi partai politik.
Menurut Garin, para penggerak dan pemilik media yang ikut terjun ke dalam politik menjadi era baru antara bisnis dan kekuatan politik. Kekuatan media khususnya pemilik stasiun televisi akan bertempur di 2014, mewarnai itu.
"Komunikasi politik pada tingkat pemimpin di negeri ini akan terguncang, jika media tak ikut dalam percampuran era demokrasi, rumit untuk diawasi," ujarnya kepada wartawan dalam Dialog Kebangsaan dan Konferensi Pers di Kantor PDI Perjuangan Jakarta Selatan, Kamis (13/09/12).
Ia mengaku khawatir hal itu akan berdampak pada komunikasi publik kode etik komunikasi dalam kehidupan berdemokrasi.
"Hanya politik dealer saja, gagasan tak ada. Tahun 2014 akan ada perubahan besar. Bisnis tercipta antara politik dan media," jelasnya.
Hal itu didukung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang mengaku heran dengan para politikus yang membeli media. Apalagi saat ini, lanjutnya, media cenderung mendegadrasi partai politik.
(ysw)