Politikus jadi dealer, golput makin besar
Kamis, 13 September 2012 - 15:58 WIB
Politikus jadi dealer, golput makin besar
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik Burhanudin Muhtadi menilai banyak partai politik
saat ini yang sudah keluar dari trek. Sehingga, banyak politikus yang dilahirkan bukan menjadi pemimpin (leader) melainkan jadi penjual (dealer).
Tak heran jika, banyak parpol saat ini mengalami defisit negarawan. Karena para politikusnya sudah berpikir pragmatis dan mementingkan kekuasaan.
"Politisi saat ini hanya menghitung apa yang terjadi untuk pemilu ke depan. Yang terjadi saat ini bukan leader tapi dealer, parpol berpikir jangka pendek," tukasnya dalam dialog Kebangsaan & Konferensi Pers di kantor PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/12).
Maka itu, menurutnya, perlu segera dilakukan koreksi dan diambil langkah radikal untuk memperbaiki parpol yang sudah keluar dari trek itu," ujarnya.
Burhanudin menambahkan, semestinya partai politik mampu menjadi pioner agar fenomena "gejala emoh partai" bisa diminimalisir. Tapi jika hal itu dibiarkan maka dia mempredikisi, angka golput akan makin besar pada 2014 nanti.
"Masyarakat menjauh dari parpol, golput makin besar, dalam 3 pemilu saja tingkat partisipasi turun 23 persen, kalau gerak ini terus terjadi mungkin hanya tinggal 50 persen di 2014, dan ini membahayakan konsolidasi birokrasi kita. Jadi harus mampu mengembalikan tingkat kepercayaan publik terhadap parpol," imbuhnya.
saat ini yang sudah keluar dari trek. Sehingga, banyak politikus yang dilahirkan bukan menjadi pemimpin (leader) melainkan jadi penjual (dealer).
Tak heran jika, banyak parpol saat ini mengalami defisit negarawan. Karena para politikusnya sudah berpikir pragmatis dan mementingkan kekuasaan.
"Politisi saat ini hanya menghitung apa yang terjadi untuk pemilu ke depan. Yang terjadi saat ini bukan leader tapi dealer, parpol berpikir jangka pendek," tukasnya dalam dialog Kebangsaan & Konferensi Pers di kantor PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/12).
Maka itu, menurutnya, perlu segera dilakukan koreksi dan diambil langkah radikal untuk memperbaiki parpol yang sudah keluar dari trek itu," ujarnya.
Burhanudin menambahkan, semestinya partai politik mampu menjadi pioner agar fenomena "gejala emoh partai" bisa diminimalisir. Tapi jika hal itu dibiarkan maka dia mempredikisi, angka golput akan makin besar pada 2014 nanti.
"Masyarakat menjauh dari parpol, golput makin besar, dalam 3 pemilu saja tingkat partisipasi turun 23 persen, kalau gerak ini terus terjadi mungkin hanya tinggal 50 persen di 2014, dan ini membahayakan konsolidasi birokrasi kita. Jadi harus mampu mengembalikan tingkat kepercayaan publik terhadap parpol," imbuhnya.
(lns)