Pemerintah lemah sikapi kasus WNI di luar negeri

Kamis, 13 September 2012 - 13:17 WIB
Pemerintah lemah sikapi...
Pemerintah lemah sikapi kasus WNI di luar negeri
A A A
Sindonews.com - Kasus penembakan lima Warga Negara Indonesia di Malaysia oleh polisi setempat karena diduga terlibat aksi perampokan mendapat reaksi dari Komisi IX DPR RI.

Anggota Komisi IX DPR RI Poempida Hidayatulloh mengecam aksi Polisi Diraja Malaysia tersebut sekaligus menyesalkan sikap sikap pemerintah RI yang sangat lemah merespon permasalahan WNI.

Pasalnya dalam tujuh bulan terakhir setidaknya ada tiga kasus tewasnya WNI di tangan polisi Malaysia tapi dibiarkan oleh pemerintah RI.

“Kasus pertama terjadi pada akhir Maret, kasus kedua pada pertengahan Juni, dan kasus terbaru terjadi pada pertengahan September,” kata Poempida di Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Menurutnya jika kebijakan politik luar negeri Indonesia lemah dan tidak bersikap dan melakukan tindakan tegas dalam konteks perlindungan WNI di dalam negeri, maka dikhawatirkan akan terjadi anarkisme balik di Indonesia.

"Orang-orang Malaysia di Indonesia akan diadili secara anarkis," ujarnya.

Poempida menegaskan kepada seluruh elemen pemerintahan RI harus juga bertindak, jangan hanya Kementerian Luar Negeri membuat statemen-statemen yang bersifat menenangkan dan berupa wacana belaka.

“Kementerian Hukum dan HAM harus segera memperketat proses imigrasi yang berkaitan dengan arus penduduk masuk maupun keluar Indonesia dari dan ke Malaysia. Kementerian Perdagangan harus segera melakukan aksi pengetatan perdagangan dengan Malaysia. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi wajib segera melakukan moratorium total pengiriman TKI ke Malaysia dan bersama dengan Kemenlu melakukan pemulangan TKI yang ada di Malaysia,” tegasnya.

Jika pemerintahan RI tidak bertindak sesegera mungkin, maka hampir dapat dipastikan tren seperti ini akan terus terjadi.

“Kredibilitas pemerintah akan semakin dipertanyakan jika tidak segera melakukan tindakan keras sebagai respon tindakan brutal polisi Malaysia terhadap WNI,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan lima WNI ditembak polisi Malaysia di daerah Ipoh Perak Malaysia. Kelima WNI itu diduga terlibat kasus perampokan di Malaysia. Mereka adalah Jony, Osnan, Hamid, Mahno, dan Diden.

4 Korban berasal dari Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan Mahno berasal dari Madura, Jawa Timur.
(lns)
Berita Terkait
Demo Penembakan 5 WNI,...
Demo Penembakan 5 WNI, Buruh Lempar Telor ke Kedubes Malaysia
KBRI Kirim Nota Diplomatik...
KBRI Kirim Nota Diplomatik Buntut WNI Tewas Ditembak di Perairan Malaysia
Dua WNI Korban Penembakan...
Dua WNI Korban Penembakan di Malaysia Masih Kritis
Presiden Prabowo Minta...
Presiden Prabowo Minta Penembakan WNI di Malaysia Diinvestigasi
Penembakan 5 Pekerja...
Penembakan 5 Pekerja Migran Indonesia di Perairan Malaysia, APMM Diduga Gunakan Kekuatan Berlebihan
5 WNI Ditembak di Perairan...
5 WNI Ditembak di Perairan Malaysia Diduga PMI Ilegal
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved