Sutan bantah acuhkan Hartati
Kamis, 13 September 2012 - 01:22 WIB
Sutan bantah acuhkan Hartati
A
A
A
Sindonews.com - Tidak hadirnya elit Partai Demokrat saat pemeriksaan mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hartati Murdaya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menimbulkan spekulasi. Bahkan, partai berlambang bintang mercy dianggap melupakan jasa pengusaha itu.
Secara sejarah, Hartati merupakan orang yang menyokong dana besar untuk partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Bagaimana tidak, kesuksesan SBY merupakan perjuangan panjang Hartati juga.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD Sutan Bhatoegana membantah, jika partainya dikatakan tidak memberikan dukungan serta acuh terhadap Hartati Murdaya menghadapi kasus korupsi yang sedang ditangani di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sangat tidak benar Demokrat sudah melupakan Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation itu.
"Penahanan Hartati jangan dipolitisasi, enggak ada kata habis manis sepah dibuang itu," Bantah Sutan saat dikonfirmasi oleh Sindonews, Rabu (12/9/2012) malam.
sebagai sahabat, lanjut Sutan, dirinya pasti akan memberikan dukungan moril supaya Hartati tetap sabar. Bahkan dalam waktu dekat ketua komisi VII ini akan mengunjungi Hartati ke Rutan KPK. "Saya suatu saat akan berkunjung," ujar Sutan.
sebelumnya, Pengamat politik Bonny Hargens mengaku wajar jika partai tidak ingin dibawa-bawa dalam permasalahan itu. "Dalam permasalahan ini, partai langsung menjaga jarak. Karena ini masalah Hartati sendiri," ujar Bonny saat dikonfirmasi.
Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Hartati sebagai tersangka atas dugaan menyuap Bupati Buol Amran Batalipu. Pemberian suap tersebut diduga terkait kepengurusan Hak Huna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Hartati terancam hukuman lima tahun penjara. Dalam kasus ini, KPK juga sudah menetapkan Bupati Amran dan dua anak buah Hartati, yakni Yani Anshori dan Gondo Sudjono sebagai tersangka.
Secara sejarah, Hartati merupakan orang yang menyokong dana besar untuk partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Bagaimana tidak, kesuksesan SBY merupakan perjuangan panjang Hartati juga.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD Sutan Bhatoegana membantah, jika partainya dikatakan tidak memberikan dukungan serta acuh terhadap Hartati Murdaya menghadapi kasus korupsi yang sedang ditangani di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sangat tidak benar Demokrat sudah melupakan Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation itu.
"Penahanan Hartati jangan dipolitisasi, enggak ada kata habis manis sepah dibuang itu," Bantah Sutan saat dikonfirmasi oleh Sindonews, Rabu (12/9/2012) malam.
sebagai sahabat, lanjut Sutan, dirinya pasti akan memberikan dukungan moril supaya Hartati tetap sabar. Bahkan dalam waktu dekat ketua komisi VII ini akan mengunjungi Hartati ke Rutan KPK. "Saya suatu saat akan berkunjung," ujar Sutan.
sebelumnya, Pengamat politik Bonny Hargens mengaku wajar jika partai tidak ingin dibawa-bawa dalam permasalahan itu. "Dalam permasalahan ini, partai langsung menjaga jarak. Karena ini masalah Hartati sendiri," ujar Bonny saat dikonfirmasi.
Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Hartati sebagai tersangka atas dugaan menyuap Bupati Buol Amran Batalipu. Pemberian suap tersebut diduga terkait kepengurusan Hak Huna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Hartati terancam hukuman lima tahun penjara. Dalam kasus ini, KPK juga sudah menetapkan Bupati Amran dan dua anak buah Hartati, yakni Yani Anshori dan Gondo Sudjono sebagai tersangka.
(mhd)