KPU sambut baik ide DKPP
Kamis, 13 September 2012 - 00:59 WIB
KPU sambut baik ide DKPP
A
A
A
Sindonews.com - komisi pemilihan umum (KPU) menyambut baik usulan Dewan kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), jika KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus menggandeng KPK untuk menghindari money politik pada Pemilihan Umum (Pemilu).
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyambut baik atas usulan DKPP, pasalnya semua elemen harus menjadi bagian untuk mengawasi pelaksanaan pemilu.
"Saya kira itu ide baik. Segala usaha yang mencoba meminimalisir persoalan money politik, itu baik," ujar Hadar saat berbincang di hotel Brobudur, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
KPU tentu akan konsentrasi pada proses pelaksanaan Pemilu, kalau ada kerja sama antar lembaga tentu harus sesuai dengan aturan yang berlaku. "Jadi semua pihak harus berusaha dengan baik," tandasnya.
Seperti diketahui, DKPP mengusulkan kepada Bawaslu dan KPU agar segera melakukan pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait money politik dalam penyelenggaraan Pemilu.
"Saya minta Bawaslu dan KPU akan bekerjasama dengan KPK terkait maraknya money politik pelaksanaan pemilihan umum," kata Ketua DKPP Jimly Assidiqi saat tampil sebagai pembicara dalam seminar menuju pembangunan politik yang demokratis di Masamba, Sulawesi Selatan (Sulsel) Rabu (12/9/2012).
Dikatakan, untuk menuju politik demokratis pada bangsa yang paling flural yang berjumlah 283 bahasa maka tidak ada pilihan lain adalah demokrasi. Hanya saja, penomena penegakan hukum yang belum berpihak pada keadilan.
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyambut baik atas usulan DKPP, pasalnya semua elemen harus menjadi bagian untuk mengawasi pelaksanaan pemilu.
"Saya kira itu ide baik. Segala usaha yang mencoba meminimalisir persoalan money politik, itu baik," ujar Hadar saat berbincang di hotel Brobudur, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
KPU tentu akan konsentrasi pada proses pelaksanaan Pemilu, kalau ada kerja sama antar lembaga tentu harus sesuai dengan aturan yang berlaku. "Jadi semua pihak harus berusaha dengan baik," tandasnya.
Seperti diketahui, DKPP mengusulkan kepada Bawaslu dan KPU agar segera melakukan pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait money politik dalam penyelenggaraan Pemilu.
"Saya minta Bawaslu dan KPU akan bekerjasama dengan KPK terkait maraknya money politik pelaksanaan pemilihan umum," kata Ketua DKPP Jimly Assidiqi saat tampil sebagai pembicara dalam seminar menuju pembangunan politik yang demokratis di Masamba, Sulawesi Selatan (Sulsel) Rabu (12/9/2012).
Dikatakan, untuk menuju politik demokratis pada bangsa yang paling flural yang berjumlah 283 bahasa maka tidak ada pilihan lain adalah demokrasi. Hanya saja, penomena penegakan hukum yang belum berpihak pada keadilan.
(mhd)