Hartati ditahan, pendukung menangis dan cium tangan
Rabu, 12 September 2012 - 19:22 WIB
Hartati ditahan, pendukung menangis dan cium tangan
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan pendukung Siti Hartati Murdaya tersangka kasus suap Bupati Buol Amran Bapatilu tak kuasa menahan air mata begitu bos PT Hardaya Inti Plantation ini digiring ke mobil tahanan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).
Hartati yang terlihat kelelahan setelah diperiksa secara maraton selama delapan jam harus keluar dengan kursi roda.
Dengan mengenakan baju tahanan KPK, Hartati langsung dikerumuni pendukungnya yang sejak pagi setia di Gedung KPK.
Mereka langsung berebut mencium tangan Hartati saat didorong dengan kursi roda menuju mobil tahanan KPK yang telah menunggu.
Usai acara tangis-tangisan, mantan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini meninggalkan Gedung KPK sekira pukul 18.30 WIB, Rabu (12/9/2012).
Dalam pemeriksaan perdana Hartati, sejumlah dukungan terus mengalir untuk mantan Ketua Walubi ini. Misalnya saja pagi tadi, tujuh biksu yang berasal dari Sangha Walubi rela datang untuk memberikan dukungan terhadap pemeriksaan Hartati Murdaya.
Para biksu yang hadir sekira pukul 10.35 WIB itu pun berharap agar KPK tidak melakukan penahanan terhadap orang yang mereka anggap sebagai “Dewi Penolong“ tersebut.
"Kami datang ke sini supaya ketua umum kami tidak ditahan," ujar Koordinator Sangha Walubi, Biksu Tabisa.
Hartati yang terlihat kelelahan setelah diperiksa secara maraton selama delapan jam harus keluar dengan kursi roda.
Dengan mengenakan baju tahanan KPK, Hartati langsung dikerumuni pendukungnya yang sejak pagi setia di Gedung KPK.
Mereka langsung berebut mencium tangan Hartati saat didorong dengan kursi roda menuju mobil tahanan KPK yang telah menunggu.
Usai acara tangis-tangisan, mantan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini meninggalkan Gedung KPK sekira pukul 18.30 WIB, Rabu (12/9/2012).
Dalam pemeriksaan perdana Hartati, sejumlah dukungan terus mengalir untuk mantan Ketua Walubi ini. Misalnya saja pagi tadi, tujuh biksu yang berasal dari Sangha Walubi rela datang untuk memberikan dukungan terhadap pemeriksaan Hartati Murdaya.
Para biksu yang hadir sekira pukul 10.35 WIB itu pun berharap agar KPK tidak melakukan penahanan terhadap orang yang mereka anggap sebagai “Dewi Penolong“ tersebut.
"Kami datang ke sini supaya ketua umum kami tidak ditahan," ujar Koordinator Sangha Walubi, Biksu Tabisa.
(ysw)