Ribuan prajurit TNI dikerahkan bangun desa pesisir
Rabu, 12 September 2012 - 12:23 WIB
Ribuan prajurit TNI dikerahkan bangun desa pesisir
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 61 satuan setingkat kompi (SSK) prajurit TNI dikerahkan untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di 61 kabupaten/kota di Indonesia.
Selama 21 hari diawali 10 Oktober 2012, mereka akan melakukan pembangunan fisik dan non-fisik dengan fokus di daerah pesisir.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, TMMD kali ini merupakan penyelenggaraan ke-89.
Program yang dulunya bernama ABRI Masuk Desa (AMD) ini bertujuan meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, pulau-pulau terluar maupun daerah kumuh di perkotaan, serta daerah bencana.
Pada TMMD ke-89 ini, sebanyak 121 desa di 78 kecamatan dalam 61 kabupaten/kota menjadi sasaran kegiatan. "Kita libatkan 61 SSK (per SSK sekitar 110 prajurit)," katanya dalam Rakornis TMMD di Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Dari 61 sasaran terbut terdapat di 13 Kodam. Rinciannya, tujuh sasaran di Kodam IX/Udayana, masing-masing enam sasaran di Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam V/Brawijaya, dan Kodam VII/Wirabuana.
Di Kodam IV/Diponegoro dan Kodam XVII/Cendrawasih masing-masing ada lima sasaran. Sedangkan masing-masing tiga sasaran di Kodam XII/Tanjungpura, dan Kodam Iskandar Muda. Sisanya, masing-masing dua di Kodam XVI/Pattimura dan Kodam Jaya.
Mereka akan melakukan pembangunan dan rehab jalan sepanjang 136.442 meter dan membangun 57 jembatan. Selain itu juga direhab 10 sekolah dan 37 unit rumah ibadah, serta 133 unit rumah tidak layak huni.
"Ada tujuan non-fisik, seperti meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara di masyarakat," tutur Pramono seraya menyebut ada peningkatan pengetahuan umum masyarakat misalnya dalam bidang pertanian dan perikanan.
Dalam TMMD kali ini, TNI bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Karenanya, fokus pembangunan diperuntukkan bagi masyarakat pesisir.
"Pembangunan desa pesisir dan peningkatan kehidupan nelayan memiliki nilai strategis dalam pembentukan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme masyarakat," ujar Menteri KP Sharif C Sutardjo.
Selain lewat TMMD, KKP juga melakukan perluasan dan percepatan pengentasan kemiskinan melalui program peningkatan kehidupan nelayan (PKN).
Ada delapan strategi untuk meningkatkan kehidupan nelayan, diantaranya pembuatan rumah sangat murah, pekerjaan alternatif dan tambahan bagi keluarga nelayanan, serta fasilitas sekolah dan puskesmas.
Selama 21 hari diawali 10 Oktober 2012, mereka akan melakukan pembangunan fisik dan non-fisik dengan fokus di daerah pesisir.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, TMMD kali ini merupakan penyelenggaraan ke-89.
Program yang dulunya bernama ABRI Masuk Desa (AMD) ini bertujuan meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, pulau-pulau terluar maupun daerah kumuh di perkotaan, serta daerah bencana.
Pada TMMD ke-89 ini, sebanyak 121 desa di 78 kecamatan dalam 61 kabupaten/kota menjadi sasaran kegiatan. "Kita libatkan 61 SSK (per SSK sekitar 110 prajurit)," katanya dalam Rakornis TMMD di Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Dari 61 sasaran terbut terdapat di 13 Kodam. Rinciannya, tujuh sasaran di Kodam IX/Udayana, masing-masing enam sasaran di Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam V/Brawijaya, dan Kodam VII/Wirabuana.
Di Kodam IV/Diponegoro dan Kodam XVII/Cendrawasih masing-masing ada lima sasaran. Sedangkan masing-masing tiga sasaran di Kodam XII/Tanjungpura, dan Kodam Iskandar Muda. Sisanya, masing-masing dua di Kodam XVI/Pattimura dan Kodam Jaya.
Mereka akan melakukan pembangunan dan rehab jalan sepanjang 136.442 meter dan membangun 57 jembatan. Selain itu juga direhab 10 sekolah dan 37 unit rumah ibadah, serta 133 unit rumah tidak layak huni.
"Ada tujuan non-fisik, seperti meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara di masyarakat," tutur Pramono seraya menyebut ada peningkatan pengetahuan umum masyarakat misalnya dalam bidang pertanian dan perikanan.
Dalam TMMD kali ini, TNI bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Karenanya, fokus pembangunan diperuntukkan bagi masyarakat pesisir.
"Pembangunan desa pesisir dan peningkatan kehidupan nelayan memiliki nilai strategis dalam pembentukan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme masyarakat," ujar Menteri KP Sharif C Sutardjo.
Selain lewat TMMD, KKP juga melakukan perluasan dan percepatan pengentasan kemiskinan melalui program peningkatan kehidupan nelayan (PKN).
Ada delapan strategi untuk meningkatkan kehidupan nelayan, diantaranya pembuatan rumah sangat murah, pekerjaan alternatif dan tambahan bagi keluarga nelayanan, serta fasilitas sekolah dan puskesmas.
(lns)