BNPT bantah isu terorisme demi kenaikan anggaran
Selasa, 11 September 2012 - 16:50 WIB
BNPT bantah isu terorisme demi kenaikan anggaran
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan catatan yang diterima Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), anggaran Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN) tahun 2013 mengalami peningkatan.
Namun, maraknya tindak terorisme saat ini kemudian dikaitkan dengan upaya untuk meningkatkan anggaran masing-masing institusi tersebut.
Isu ini kemudian dibantah dengan tegas oleh Kepala BNPT Arsyad Mbai. Menurutnya, tidak ada upaya baik disengaja maupun tidak disengaja persoalan terorisme ini dipelihara sekadar mempertahankan aliran dana dari luar negeri.
"Itu hambatan kita nomor satu dalam bekerja. Bagaimana kita sudah kerja masih difitnah seperti itu. Sampai anggota polisi meninggal seperti itu masih difitnah," tegas di Jakarta, Selasa (11/9/2012).
Bantahan ini diperkuat oleh Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris. Bahkan, ditegaskan, isu tersebut merupakan isu negatif yang sengaja menyerang institusinya. "Maka itu, dirinya enggan untuk menanggapai lebih jauh.
"Terlalu banyak pekerjaan kita yang lebih penting dibandingkan mengurusi hal-hal seperti itu. Terlalu konyol teroris kita pelihara. Dugaan-dugaan seperti itu harusnya ditanyakan kepada yang mengeluarkan statement," tegasnya.
Sebelumnya, Kordinator Investigasi dan advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, menuturkan alokasi anggaran untuk Polri selama tahun 2012 hingga 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp3,6 miliar.
Anggaran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk tahun 2012 sebesar Rp126.882.800.000, dan rancangan untuk tahun 2013 sebesar Rp152.156.567.000. Anggaran Badan Intelijen Negara (BIN) untuk tahun 2012 sebesar Rp1.141.841.129.000, dan untuk rancangan tahun 2013 sebesar Rp1.145.420.722.000.
Namun, maraknya tindak terorisme saat ini kemudian dikaitkan dengan upaya untuk meningkatkan anggaran masing-masing institusi tersebut.
Isu ini kemudian dibantah dengan tegas oleh Kepala BNPT Arsyad Mbai. Menurutnya, tidak ada upaya baik disengaja maupun tidak disengaja persoalan terorisme ini dipelihara sekadar mempertahankan aliran dana dari luar negeri.
"Itu hambatan kita nomor satu dalam bekerja. Bagaimana kita sudah kerja masih difitnah seperti itu. Sampai anggota polisi meninggal seperti itu masih difitnah," tegas di Jakarta, Selasa (11/9/2012).
Bantahan ini diperkuat oleh Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris. Bahkan, ditegaskan, isu tersebut merupakan isu negatif yang sengaja menyerang institusinya. "Maka itu, dirinya enggan untuk menanggapai lebih jauh.
"Terlalu banyak pekerjaan kita yang lebih penting dibandingkan mengurusi hal-hal seperti itu. Terlalu konyol teroris kita pelihara. Dugaan-dugaan seperti itu harusnya ditanyakan kepada yang mengeluarkan statement," tegasnya.
Sebelumnya, Kordinator Investigasi dan advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, menuturkan alokasi anggaran untuk Polri selama tahun 2012 hingga 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp3,6 miliar.
Anggaran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk tahun 2012 sebesar Rp126.882.800.000, dan rancangan untuk tahun 2013 sebesar Rp152.156.567.000. Anggaran Badan Intelijen Negara (BIN) untuk tahun 2012 sebesar Rp1.141.841.129.000, dan untuk rancangan tahun 2013 sebesar Rp1.145.420.722.000.
(kur)