Di kontrakan Thoriq sering digelar pengajian
Senin, 10 September 2012 - 20:31 WIB
Di kontrakan Thoriq sering digelar pengajian
A
A
A
Sindonews.com - Warga di lokasi penggerebekan rumah terduga teroris oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Bojonggede Kabupaten Bogor mengaku sering mendapati pengajian tertutup di rumah kontrakan Thoriq tersebut.
Sejauh ini warga tidak pernah mencurigai aktivitas mereka karena ketiga penghuni misterius itu tak pernah memperlihatkan gelagat mencurigakan.
Penghuni yang kerap dilihat warga sekitar berperawakan tinggi putih, satu berjenggot lebat, satu lainnya masih di bawah umur sekira 13 tahun.
"Ada juga yang suaranya serak-serak. Enggak pernah lihat juga sih katanya dagang susu kedelai pakai jahe. Memang Pernah ngobrol sambil lewat, pengakuannya dari Solo," kata tetangga terduga teroris di Bojong Gede, Buhari, kepada wartawan di lokasi, Senin (10/9/2012).
Pengajian yang sering digelar oleh ketiganya biasanya dilakukan di rumah Arif. Selebihnya, Buhari tak mengetahui tamu-tamu yang mereka bawa.
"Kalau Arif aslinya dari Jakarta, ibu dan bapaknya sudah meninggal, Arif tinggal sama istri dan anaknya. Enggak pernah saling menyapa, saya enggak pernah tahu tamu-tamunya. Sering gelar pengajian tertutup, Arif sama mereka bertiga saja dan tamu-tamunya, kadang-kadang suka mengaji di rumah Arif," ungkapnya.
Pemilik rumah tepat di depan lokasi penggerebekan, Nurmaya mengatakan ia seringkali melihat motor terparkir di depan rumah ketiga penghuni misterius tersebut.
Selain itu, rumah tersebut juga selalu dalam keadaan gelap dan hanya satu lampu yang menyala di salah satu ruang.
"Memang suka dengar ada yang mengaji, tapi enggak pernah ada kumpul-kumpul, ruang tamunya juga selalu gelap lampunya," imbuhnya.
Sejauh ini warga tidak pernah mencurigai aktivitas mereka karena ketiga penghuni misterius itu tak pernah memperlihatkan gelagat mencurigakan.
Penghuni yang kerap dilihat warga sekitar berperawakan tinggi putih, satu berjenggot lebat, satu lainnya masih di bawah umur sekira 13 tahun.
"Ada juga yang suaranya serak-serak. Enggak pernah lihat juga sih katanya dagang susu kedelai pakai jahe. Memang Pernah ngobrol sambil lewat, pengakuannya dari Solo," kata tetangga terduga teroris di Bojong Gede, Buhari, kepada wartawan di lokasi, Senin (10/9/2012).
Pengajian yang sering digelar oleh ketiganya biasanya dilakukan di rumah Arif. Selebihnya, Buhari tak mengetahui tamu-tamu yang mereka bawa.
"Kalau Arif aslinya dari Jakarta, ibu dan bapaknya sudah meninggal, Arif tinggal sama istri dan anaknya. Enggak pernah saling menyapa, saya enggak pernah tahu tamu-tamunya. Sering gelar pengajian tertutup, Arif sama mereka bertiga saja dan tamu-tamunya, kadang-kadang suka mengaji di rumah Arif," ungkapnya.
Pemilik rumah tepat di depan lokasi penggerebekan, Nurmaya mengatakan ia seringkali melihat motor terparkir di depan rumah ketiga penghuni misterius tersebut.
Selain itu, rumah tersebut juga selalu dalam keadaan gelap dan hanya satu lampu yang menyala di salah satu ruang.
"Memang suka dengar ada yang mengaji, tapi enggak pernah ada kumpul-kumpul, ruang tamunya juga selalu gelap lampunya," imbuhnya.
(ysw)