Nyalon lagi, Gumilar siap kalah
Senin, 10 September 2012 - 09:57 WIB
Nyalon lagi, Gumilar siap kalah
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2007-2012 Gumilar Rusliwa Somantri maju kembali dalam pemilihan rektor. Gumilar sudah memenuhi persyaratan administrasi yang diajukan melalui website resmi pemilihan rektor UI di hari terakhir pendaftaran Jumat pekan lalu.
Gumilar mengatakan, seorang pemimpin harus memiliki jiwa yang jujur, berani dan tegas. Di UI, kata dia, sifat itu tak hanya harus dimiliki rektor, tetapi hadir di berbagai layer, tak hanya rektor tapi juga wakil rektor, dan dekan.
Bicara soal peluang, dia mengaku, hanya mencoba ikhtiar. Dia mengatakan, tidak akan sakit hati jika tidak terpilih kembali.
"Peluangnya wajib ikhtiar, tapi selebihnya terserah Rabbi Yang Maha Tinggi, tak usah sakit hati, ini bukan soal menang dan kalah. Perkara menang dan kalah urusan Tuhan Yang Maha Tinggi," tegasnya kepada wartawan di kediamannya, Depok, Senin (10/9/2012).
Selanjutnya, setiap bakal calon rektor akan melakukan cyber campaign. Dia meminta, agar masyarakat mengunduh makalah yang telah dibuatnya, lalu sampaikan di website UI.
"Ada sembilan sampai 10 program, berdasarkan pengalaman 5 tahun apa yang harus dilanjutkan diperkuat, soal visi misi UI. Berikutnya pencapaian selama 5 tahun, banyak hasil spektakuler yang dicapai, lulusan cumlaude sampai 1.300 mahasiswa, 200 lebih jurnal internasional, lebih dari 25 pembangunan. Penataan SDM, remunerasi," paparnya.
menyangkut kelemahan, katanya, tentu banyak yang terkait transformasi di UI yang begitu cepat. "Kelemahan banyak juga, 5 tahun kedepan akan digagas. Kelemahan terkait dengan SDM, meskipun remunerasi sudah ada. Tapi harus diperluas Career park SDM di UI. Latihan manajemen dan kepemimpinan di UI. Bagaimana kedepan membangun UI jujur dan punya integritas dibangun secara sistematik," tandasnya.
Gumilar mengatakan, seorang pemimpin harus memiliki jiwa yang jujur, berani dan tegas. Di UI, kata dia, sifat itu tak hanya harus dimiliki rektor, tetapi hadir di berbagai layer, tak hanya rektor tapi juga wakil rektor, dan dekan.
Bicara soal peluang, dia mengaku, hanya mencoba ikhtiar. Dia mengatakan, tidak akan sakit hati jika tidak terpilih kembali.
"Peluangnya wajib ikhtiar, tapi selebihnya terserah Rabbi Yang Maha Tinggi, tak usah sakit hati, ini bukan soal menang dan kalah. Perkara menang dan kalah urusan Tuhan Yang Maha Tinggi," tegasnya kepada wartawan di kediamannya, Depok, Senin (10/9/2012).
Selanjutnya, setiap bakal calon rektor akan melakukan cyber campaign. Dia meminta, agar masyarakat mengunduh makalah yang telah dibuatnya, lalu sampaikan di website UI.
"Ada sembilan sampai 10 program, berdasarkan pengalaman 5 tahun apa yang harus dilanjutkan diperkuat, soal visi misi UI. Berikutnya pencapaian selama 5 tahun, banyak hasil spektakuler yang dicapai, lulusan cumlaude sampai 1.300 mahasiswa, 200 lebih jurnal internasional, lebih dari 25 pembangunan. Penataan SDM, remunerasi," paparnya.
menyangkut kelemahan, katanya, tentu banyak yang terkait transformasi di UI yang begitu cepat. "Kelemahan banyak juga, 5 tahun kedepan akan digagas. Kelemahan terkait dengan SDM, meskipun remunerasi sudah ada. Tapi harus diperluas Career park SDM di UI. Latihan manajemen dan kepemimpinan di UI. Bagaimana kedepan membangun UI jujur dan punya integritas dibangun secara sistematik," tandasnya.
(mhd)