Sebanyak 15 partai diprediksi lolos
Minggu, 09 September 2012 - 10:28 WIB
Sebanyak 15 partai diprediksi lolos
A
A
A
Sindonews.com - Dari 46 partai politik yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta pemilu, diprediksi hanya 15 partai yang bakal lolos. Sebab, persyaratan verifikasi saat ini sangat berat dipenuhi.
“Jika KPU melakukan verifikasi dengan tegas dan independen, mungkin kurang dari 15 partai yang lolos,” kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana kepada SINDO, Sabtu 8 september 2012 kemarin.
Menurut dia, partai yang berpeluang lolos verifikasi itu asumsinya partai di parlemen ditambah partai baru dan beberapa partai yang punya wakil di DPRD provinsi.
Saat ini ada sekitar 11–18 partai yang mempunyai kursi DPRD di provinsi. Adapun partai baru yang paling siap berkompetisi hanya Partai NasDem.
Seperti diketahui, untuk menjadi parpol peserta pemilu semua harus memenuhi syarat verifikasi di KPU. Syarat dalam UU No 8/2012 tentang Pemilu mewajibkan parpol mempunyai kepengurusan dan kesekretariatan di 100 persen provinsi, 75 persen kabupaten/kota, 50 persen kecamatan, dan keanggotaan (KTA) 1/1.000 dari jumlah penduduk atau minimal 1000 KTA di tiap kabupaten/kota.
Syarat tersebut dianggap oleh banyak kalangan akan sangat signifikan menekan jumlah peserta pemilu nanti.
Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan Yusuf mengatakan, semangat untuk penyederhanaan partai dengan mengatur syarat ketat bagi parpol yang bisa ikut pemilu sudah bagus. Parpol dipaksa punya basis dukungan yang merata di semua daerah.
Bukan hanya di daerah tertentu karena parpol itu tingkatnya nasional. “Dengan syarat seperti itu, jika verifikasinya dilakukan secara profesional, tidak ada kongkalikong, partai yang bisa lolos sebagai peserta pemilu dengan yang bisa lolos PT jumlahnya tidak akan jauh berbeda. Sebab dari segi dukungan publik, partai yang bisa lolos verifikasi ini sudah teruji kredibel dari segi dukungan struktur dan infrastruktur,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, syarat pengetatan verifikasi dan pemberlakuan PT 3,5 persen harus dijadikan tantangan bagi semua parpol untuk tidak hanya memainkan politik aman, melainkan harus benar-benar menjadikan parpol sebagai lembaga demokrasi yang bisa menjadi wadah bagi publik untuk memperjuangkan aspirasi dan politiknya.
Fungsionaris DPP PDIP Ganjar Pranowo mengungkapkan, verifikasi faktual yang hendak digelar KPU terhadap semua parpol bisa menekan jumlah peserta Pemilu 2014. Sebab,untuk bisa lolos verifikasi dan sah sebagai peserta pemilu persyaratan yang harus dipenuhi sangat berat.
"Saya orang yang meyakini kalau verifikasi itu dilakukan benar-benar, dugaan saya peserta pemilu tidak sampai 10 parpol. Itu kalau dilakukan verifikasi beneran, KPU tidak main-main dengan partai,” katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPR itu menjelaskan, dengan ketentuan semua partai wajib mengikuti verifikasi, Pemilu 2014 berangkat dari semangat yang adil dan partai yang lolos adalah lembaga politik yang kredibel. Sebab, kata dia, ketentuan itu akan membikin partai berkonsolidasi dan menyiapkan semua persyaratannya.
Sementara itu, kalangan partai menengah mengklaim sudah melakukan konsolidasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Mereka optimistis Pemilu 2014 nanti menjadi momentum yang tepat karena tidak ada figur kuat parpol yang bisa melipatgandakan tingkat elektoral sebagaimana figur SBY di Pemilu 2009 lalu.
Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan mengatakan, saat ini PAN jauh lebih besar peluangnya karena banyak basis dari berbagai kalangan di semua daerah yang sudah menyatakan bergabung. Jika dulu PAN hanya kuat di perkotaan, berkat konsolidasi yang terus-menerus dilakukan PAN saat ini sudah cukup kuat hingga ke pelosok- pelosok.
Dalam menghadapi verifikasi di KPU, lanjut dia, kader PAN di semua daerah juga telah menunjukkan kesiapannya. Hal itu semakin meningkatkan optimismenya bahwa di Pemilu 2014 nanti PAN akan mendapatkan dukungan yang signifikan.
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, partainya sudah jauh lebih maju dan berkembang dibandingkan kondisi 2009 lalu. Konsolidasi yang terus dilakukan hingga kepengurusan paling bawah sudah merata. Karena itu, tingkat pengenalan masyarakat terhadap Gerindra juga semakin tinggi.
“Jika KPU melakukan verifikasi dengan tegas dan independen, mungkin kurang dari 15 partai yang lolos,” kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana kepada SINDO, Sabtu 8 september 2012 kemarin.
Menurut dia, partai yang berpeluang lolos verifikasi itu asumsinya partai di parlemen ditambah partai baru dan beberapa partai yang punya wakil di DPRD provinsi.
Saat ini ada sekitar 11–18 partai yang mempunyai kursi DPRD di provinsi. Adapun partai baru yang paling siap berkompetisi hanya Partai NasDem.
Seperti diketahui, untuk menjadi parpol peserta pemilu semua harus memenuhi syarat verifikasi di KPU. Syarat dalam UU No 8/2012 tentang Pemilu mewajibkan parpol mempunyai kepengurusan dan kesekretariatan di 100 persen provinsi, 75 persen kabupaten/kota, 50 persen kecamatan, dan keanggotaan (KTA) 1/1.000 dari jumlah penduduk atau minimal 1000 KTA di tiap kabupaten/kota.
Syarat tersebut dianggap oleh banyak kalangan akan sangat signifikan menekan jumlah peserta pemilu nanti.
Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan Yusuf mengatakan, semangat untuk penyederhanaan partai dengan mengatur syarat ketat bagi parpol yang bisa ikut pemilu sudah bagus. Parpol dipaksa punya basis dukungan yang merata di semua daerah.
Bukan hanya di daerah tertentu karena parpol itu tingkatnya nasional. “Dengan syarat seperti itu, jika verifikasinya dilakukan secara profesional, tidak ada kongkalikong, partai yang bisa lolos sebagai peserta pemilu dengan yang bisa lolos PT jumlahnya tidak akan jauh berbeda. Sebab dari segi dukungan publik, partai yang bisa lolos verifikasi ini sudah teruji kredibel dari segi dukungan struktur dan infrastruktur,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, syarat pengetatan verifikasi dan pemberlakuan PT 3,5 persen harus dijadikan tantangan bagi semua parpol untuk tidak hanya memainkan politik aman, melainkan harus benar-benar menjadikan parpol sebagai lembaga demokrasi yang bisa menjadi wadah bagi publik untuk memperjuangkan aspirasi dan politiknya.
Fungsionaris DPP PDIP Ganjar Pranowo mengungkapkan, verifikasi faktual yang hendak digelar KPU terhadap semua parpol bisa menekan jumlah peserta Pemilu 2014. Sebab,untuk bisa lolos verifikasi dan sah sebagai peserta pemilu persyaratan yang harus dipenuhi sangat berat.
"Saya orang yang meyakini kalau verifikasi itu dilakukan benar-benar, dugaan saya peserta pemilu tidak sampai 10 parpol. Itu kalau dilakukan verifikasi beneran, KPU tidak main-main dengan partai,” katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPR itu menjelaskan, dengan ketentuan semua partai wajib mengikuti verifikasi, Pemilu 2014 berangkat dari semangat yang adil dan partai yang lolos adalah lembaga politik yang kredibel. Sebab, kata dia, ketentuan itu akan membikin partai berkonsolidasi dan menyiapkan semua persyaratannya.
Sementara itu, kalangan partai menengah mengklaim sudah melakukan konsolidasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Mereka optimistis Pemilu 2014 nanti menjadi momentum yang tepat karena tidak ada figur kuat parpol yang bisa melipatgandakan tingkat elektoral sebagaimana figur SBY di Pemilu 2009 lalu.
Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan mengatakan, saat ini PAN jauh lebih besar peluangnya karena banyak basis dari berbagai kalangan di semua daerah yang sudah menyatakan bergabung. Jika dulu PAN hanya kuat di perkotaan, berkat konsolidasi yang terus-menerus dilakukan PAN saat ini sudah cukup kuat hingga ke pelosok- pelosok.
Dalam menghadapi verifikasi di KPU, lanjut dia, kader PAN di semua daerah juga telah menunjukkan kesiapannya. Hal itu semakin meningkatkan optimismenya bahwa di Pemilu 2014 nanti PAN akan mendapatkan dukungan yang signifikan.
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, partainya sudah jauh lebih maju dan berkembang dibandingkan kondisi 2009 lalu. Konsolidasi yang terus dilakukan hingga kepengurusan paling bawah sudah merata. Karena itu, tingkat pengenalan masyarakat terhadap Gerindra juga semakin tinggi.
(mhd)