Kunker ke Turki & Denmark akan dievaluasi
Jum'at, 07 September 2012 - 17:59 WIB
Kunker ke Turki & Denmark akan dievaluasi
A
A
A
Sindonews.com - Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan kunjungan kerja (Kunker) anggota dewan ke luar negeri perlu dievaluasi, karena dinilai pemborosan.
Ketua Badan Kehormatan DPR M Prakosa menegaskan, kunjungan kerja ke luar negeri sudah menjadi sorotan publik. "Moratorium ini sebagai evaluasi. Kita akan evaluasi tentang apakah penting dan enggak penting untuk melakukan kunjungan perlu dievaluasi," ujar Prakosa saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Kunjungan ke luar negeri anggota dewan, sambung Prakosa, lebih banyak memiliki dampak negatif ketimbang positif. Selain menghamburkan uang rakyat, politikus Senayan juga dapat cap buruk dari masyarakat.
"Moratorium akan segera dirundingkan di internal BK untuk dikonsultasikan dengan pimpinan DPR. Akan kami kaji untuk dibicarakan dengan pimpinan DPR," terangnya.
Kendati begitu, untuk kunker yang sangat mendesak dan penting, tentu masih bisa dipertimbangkan. Prakosa mengaku, yang pertama dievaluasi adalah anggota Badan Legislasi (baleg) DPR yang melakukan kunjungan ke Denmark dan Turki.
"Kemungkinan kita akan mengklarifikasi, akan dibicarakan dalam pertemuan di BK nanti. Rencananya akan dirapatkan pekan depan," pungkasnya.
Ketua Badan Kehormatan DPR M Prakosa menegaskan, kunjungan kerja ke luar negeri sudah menjadi sorotan publik. "Moratorium ini sebagai evaluasi. Kita akan evaluasi tentang apakah penting dan enggak penting untuk melakukan kunjungan perlu dievaluasi," ujar Prakosa saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Kunjungan ke luar negeri anggota dewan, sambung Prakosa, lebih banyak memiliki dampak negatif ketimbang positif. Selain menghamburkan uang rakyat, politikus Senayan juga dapat cap buruk dari masyarakat.
"Moratorium akan segera dirundingkan di internal BK untuk dikonsultasikan dengan pimpinan DPR. Akan kami kaji untuk dibicarakan dengan pimpinan DPR," terangnya.
Kendati begitu, untuk kunker yang sangat mendesak dan penting, tentu masih bisa dipertimbangkan. Prakosa mengaku, yang pertama dievaluasi adalah anggota Badan Legislasi (baleg) DPR yang melakukan kunjungan ke Denmark dan Turki.
"Kemungkinan kita akan mengklarifikasi, akan dibicarakan dalam pertemuan di BK nanti. Rencananya akan dirapatkan pekan depan," pungkasnya.
(san)