Simpatisan Hartati tinggalkan sampah di KPK
Jum'at, 07 September 2012 - 16:57 WIB
Simpatisan Hartati tinggalkan sampah di KPK
A
A
A
Sindonews.com - Simpatisan pendukung Hartati Murdaya tidak hanya meninggalkan tuntutannya, usai melakukan unjuk rasa kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Massa yang berjumlah ribuan ini juga meninggalkan sampah.
Pantauan Sindonews, sampah ini nampak menumpuk di sekitar Gedung KPK, tepatnya di ruas Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Aksi dari massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Anti Pemersan (AMAN) ini meninggalkan sampah dari bekas nasi bungkus dan botol air kemasan.
Untungnya, serakan sampah yang tidak mengenakkan pandangan mata ini tak terlalu lama mengotori depan Gedung KPK. Pasalnya, para pemulung berdatangan untuk memunguti sisa botol air kemasan.
Para pemulung pun tak menyia-nyiakan sampah-sampah itu. Pemulung memasukkannya ke dalam kantung plastik besar.
Seperti diketahui, massa berbondong-bondong ke KPK ingin memberi dukungan karena Hartati Murdaya yang menjadi tersangka dugaan suap pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU) di Buol, Sulawesi Tengah.
Sedianya KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap Hartati pada hari ini. Namun bos PT Hardaya Inti Platation itu akhirnya batal diperiksa karena sakit kejang-kejang.
Pantauan Sindonews, sampah ini nampak menumpuk di sekitar Gedung KPK, tepatnya di ruas Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Aksi dari massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Anti Pemersan (AMAN) ini meninggalkan sampah dari bekas nasi bungkus dan botol air kemasan.
Untungnya, serakan sampah yang tidak mengenakkan pandangan mata ini tak terlalu lama mengotori depan Gedung KPK. Pasalnya, para pemulung berdatangan untuk memunguti sisa botol air kemasan.
Para pemulung pun tak menyia-nyiakan sampah-sampah itu. Pemulung memasukkannya ke dalam kantung plastik besar.
Seperti diketahui, massa berbondong-bondong ke KPK ingin memberi dukungan karena Hartati Murdaya yang menjadi tersangka dugaan suap pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU) di Buol, Sulawesi Tengah.
Sedianya KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap Hartati pada hari ini. Namun bos PT Hardaya Inti Platation itu akhirnya batal diperiksa karena sakit kejang-kejang.
(lns)