Hasyim Muzadi: Polisi tangkap teroris seperti film Rambo

Jum'at, 07 September 2012 - 13:15 WIB
Hasyim Muzadi: Polisi...
Hasyim Muzadi: Polisi tangkap teroris seperti film Rambo
A A A
Sindonews.com - Pemberantasan terorisme di Indonesia selama ini masih dalam lintas sektoral. Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi, munculnya terorisme secara makro disebabkan karena Indonesia belum memiliki gerakan terpadu komprehensif untuk menyelesaikannya secara utuh.

"Kalau mau utuh, misalnya kalau teror berbasis ideologi, harus orang yang mengerti. Selama ini kan hanya sekedar menggelar seminar - seminar di tengah orang yang masih berada dan percaya dalam NKRI," tegasnya dalam acara diskusi Orientasi Konstitusi di Kukusan, Beji, Depok, Jumat (07/09/12).

Semestinya, kata Hasyim, masalah ini ditangani oleh ulama - ulama yang mengerti bagaimana caranya bisa mengubah mindset para tersangka teroris, baru dilanjutkan dengan pembenahan masalah hukum dan keamanan.

"Bisa dibina dulu, ditanya, lalu dilepas. Setelah ada bukti baru ditangkap. Sekarang kan langsung ditembaki saja oleh Tim Densus, padahal saat main tangkap itu para terduga masih merasa dirinya benar. Ketika ditembaki akhirnya timbullah dendam. Apalagi polisi saat tangkap teroris pakai disyuting segala, ada apa harus diekspos? Seperti film Rambo saja, kesannya tak bagus, yang jadi sasaran akibatnya pembalasan terhadap polisi," tukasnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, hubungan organisasi teroris dengan dunia luar harus dilacak. Ia juga meminta pemerintah dan tokoh - tokoh masyarakat mampu meredikalisasi paham terorisme sejak dini.

"Teroris kan baru muncul dari tahun 99 sampai sekarang. Menlu, Mendikbud, dan pemerintah harus galakkan gerakan deradikalisasi, harus nasional dari pusat ke bawah, sediakan tokoh - tokoh berdialog untuk mereka, ini yang saya sebut penanganan terorisme secara komprehensif. Cari titik - titik basis teroris, misalnya Depok, Solo, Bandung, Ambon. Kalau berpikir intelegen kan gampang. UU terorisme terlalu longgar, dan islam sudah terstigma islam radikal," tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved