Kejang-kejang, Hartati batal diperiksa KPK
Jum'at, 07 September 2012 - 11:16 WIB
Kejang-kejang, Hartati batal diperiksa KPK
A
A
A
Sindonews.com - Hartani Murdaya, pengusaha yang dijadikan tersangka dugaan suap terhadap Bupati Buol Amran Batalipun terkait pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan batal diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Alasannya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu mendadak sakit kejang-kejang. Tumbur Simanjuntak, sang pengacara datang ke KPK mengabarkan kondisi kliennya itu.
“Dengan sangat menyesal, saya memberitahukan jika beliau sakit, sehingga tidak bisa hadir menjalani pemeriksaan," jelas Tumbur kepada wartawan di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Saat ini, karena sakitnya itu, Hartati dirawat di RS Medistra. Dan sebenarnya, lanjut Tumbur, kliennya sakit sejak menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
“Pada saat pemeriksaan sebagai saksi beliau juga memang sudah sakit-sakitan dan makan obat. Sakitnya kejang-kejang, sejak tanggal 5 September. Sudah dua hari dirawat,“ jelasnya.
Seperti diketahui, hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hartai Murdaya yang diduga menyuap Amran Batalipu selaku Bupati Buol senilai Rp3 miliar.
Dalam perkara itu, Hartati diduga sebagai otaknya, agar perkebunan PT Hardaya Inti Plantation mendapatkan izin Hak Guna Usaha (HGU).
Alasannya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu mendadak sakit kejang-kejang. Tumbur Simanjuntak, sang pengacara datang ke KPK mengabarkan kondisi kliennya itu.
“Dengan sangat menyesal, saya memberitahukan jika beliau sakit, sehingga tidak bisa hadir menjalani pemeriksaan," jelas Tumbur kepada wartawan di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Saat ini, karena sakitnya itu, Hartati dirawat di RS Medistra. Dan sebenarnya, lanjut Tumbur, kliennya sakit sejak menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
“Pada saat pemeriksaan sebagai saksi beliau juga memang sudah sakit-sakitan dan makan obat. Sakitnya kejang-kejang, sejak tanggal 5 September. Sudah dua hari dirawat,“ jelasnya.
Seperti diketahui, hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hartai Murdaya yang diduga menyuap Amran Batalipu selaku Bupati Buol senilai Rp3 miliar.
Dalam perkara itu, Hartati diduga sebagai otaknya, agar perkebunan PT Hardaya Inti Plantation mendapatkan izin Hak Guna Usaha (HGU).
(lns)