Hartati jadi simbol perlawanan
Jum'at, 07 September 2012 - 10:54 WIB
Hartati jadi simbol perlawanan
A
A
A
Sindonews.com - Massa pendukung Siti Hartati Murdaya yang akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersanga suap pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan di Buol, Sulawesi Selatan, terus bertambah.
Mereka memadati area parkir dan halaman kantor berlokasi di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu.
Di mata mereka, Hartati adalah sosok pahlawan yang menentang maraknya aksi pemerasan dilakukan pemerintah. Karena itu, mereka merasa punya kewajiban untuk membela maupun memberikan dukungan.
Massa juga terlihat membawa spanduk dan poster bertuliskan "Save Hartati"
“Hartati Murdaya adalah pahlawan dan simbol perlawanan masyarakat sipil terhadap aksi pemerasan,“ tegas koordinator Aliansi Masyarakat Anti Pemerasan (AMAN) Kevin sewaktu menyerukan aksi di depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Hartati Murdaya menurutnya, hanyalah pengusaha yang menjadi korban aksi pemerasan oleh Bupati Buol Amran Batalipu. Tak sedikit pengusaha di Buol diperas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
“Sungguh ironis jika Hartati malah dijadikan tersangka saat ini,“ ujar Kevin.
Yang menarik perhatian dari aksi itu, terlihat adanya mobil ambulance dan tiga wc portable disediakan di sebelah kantor KPK. “Ambulance dan wc ini sengaja disiapkan oleh rekan-rekan," tambahnya.
Dari pantuan di lokasi, kondisi lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan,
menjadi tersendat. Hampir seluruh bagian jalan jalur lambat tertutup oleh massa aksi.
Jalur lambat, hanya bisa dilalui satu jalur mobil yang berjalan secara perlahan lahan. Tampak petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas itu.
Mereka memadati area parkir dan halaman kantor berlokasi di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu.
Di mata mereka, Hartati adalah sosok pahlawan yang menentang maraknya aksi pemerasan dilakukan pemerintah. Karena itu, mereka merasa punya kewajiban untuk membela maupun memberikan dukungan.
Massa juga terlihat membawa spanduk dan poster bertuliskan "Save Hartati"
“Hartati Murdaya adalah pahlawan dan simbol perlawanan masyarakat sipil terhadap aksi pemerasan,“ tegas koordinator Aliansi Masyarakat Anti Pemerasan (AMAN) Kevin sewaktu menyerukan aksi di depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Hartati Murdaya menurutnya, hanyalah pengusaha yang menjadi korban aksi pemerasan oleh Bupati Buol Amran Batalipu. Tak sedikit pengusaha di Buol diperas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
“Sungguh ironis jika Hartati malah dijadikan tersangka saat ini,“ ujar Kevin.
Yang menarik perhatian dari aksi itu, terlihat adanya mobil ambulance dan tiga wc portable disediakan di sebelah kantor KPK. “Ambulance dan wc ini sengaja disiapkan oleh rekan-rekan," tambahnya.
Dari pantuan di lokasi, kondisi lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan,
menjadi tersendat. Hampir seluruh bagian jalan jalur lambat tertutup oleh massa aksi.
Jalur lambat, hanya bisa dilalui satu jalur mobil yang berjalan secara perlahan lahan. Tampak petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas itu.
(lns)