Simpatisan Hartati geruduk KPK
Jum'at, 07 September 2012 - 10:06 WIB
Simpatisan Hartati geruduk KPK
A
A
A
Sindonews.com - Massa tak kurang dari seribu orang pagi ini mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tak pelak, kehadiran massa itu membuat ruas Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, macet.
Kehahiran massa itu tak lepas dari rencana KPK yang akan memeriksa pengusaha sukses Hartati Murdaya sebagai tersangka suap pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah.
Mereka mengaku sebagai simpatisan setia Hartati, sebagian di antaranya merupakan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).
"Beliau adalah Ketua Umum Walubi, kehadiran kami ingin memberi dukungan," ujar Ketua Walubi Suhendi di depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012). Suhendi dan rekan-rekan juga berharap agar Hartati tidak.
Dari pantuan di lokasi, selain Walubi, tampak pula massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Pemerasan (AMAN) merupakan gabungan karyawan yang bekerja di perusahaan milik Hartati.
Sambil membentangkan spanduk dukungan terhadap Hartati, beberapa di antaranya tampak berosi.
Ada kemungkinan unjuk rasa itu akan berlangsung lama, karena massa itu datang membawa satu unit mobil ambulace dan wc portable.
Tak pelak, kehadiran massa itu membuat ruas Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, macet.
Kehahiran massa itu tak lepas dari rencana KPK yang akan memeriksa pengusaha sukses Hartati Murdaya sebagai tersangka suap pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah.
Mereka mengaku sebagai simpatisan setia Hartati, sebagian di antaranya merupakan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).
"Beliau adalah Ketua Umum Walubi, kehadiran kami ingin memberi dukungan," ujar Ketua Walubi Suhendi di depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012). Suhendi dan rekan-rekan juga berharap agar Hartati tidak.
Dari pantuan di lokasi, selain Walubi, tampak pula massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Pemerasan (AMAN) merupakan gabungan karyawan yang bekerja di perusahaan milik Hartati.
Sambil membentangkan spanduk dukungan terhadap Hartati, beberapa di antaranya tampak berosi.
Ada kemungkinan unjuk rasa itu akan berlangsung lama, karena massa itu datang membawa satu unit mobil ambulace dan wc portable.
(lns)