RI-Australia sepakati kerjasama industri pertahanan
Kamis, 06 September 2012 - 04:03 WIB
RI-Australia sepakati kerjasama industri pertahanan
A
A
A
Sindonews.com - Kerjasama pertahanan Indonesia dan Australia terus meningkat setelah Menteri Pertahanan kedua negara melakukan penandatanganan kerangka kerjasama keamanan, dan rencana aksi kerjasama pertahanan.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, penandatanganan kerjasama itu merupakan puncak dari kerjasama yang dilakukan dengan Australia di bidang pertahanan.
Keduanya telah melakukan pertemuan bilateral sejak Selasa 4 September 2012 lalu, hingga kemudian lahirlah kesepakatan kerjasama. "Pertemuan ini merupakan langkah yang sangat penting bagi kemajuan kerjasama industri pertahanan kedua negara," katanya di Jakarta, Rabu 5 September 2012.
Dia mengungkapkan, kerjasama bidang industri pertahanan itu menjadi bagian dalam perjanjian tentang kerangka kerjasama keamanan, dan rencana aksi kerjasama pertahanan dengan memberlakukan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghargai kedaulatan dan keutuhan wilayah.
Menteri Pertahanan Australia Francis Smith menuturkan, kedua negara sepakat untuk bekerjasama lebih erat dalam bidang kontraterorisme, bantuan kemanusiaan dan pemulihan bencana, keamanan maritim, dan berbagi informasi intelijen. Selain itu kerjasama juga akan dilakukan di bidang industri pertahanan, serta pendidikan dan pelatihan bidang militer.
Sementara itu, Menristek Gusti Muhammad Hatta menambahkan, kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan pada tingkat bisnis, dan pejabat senior untuk menjajaki hal-hal yang dapat diwujudkan secara nyata.
"Akan ada juga kerjasama untuk membangun depot pemeliharaan Hercules C-130. Kerjasamanya dalam hal ini adalah untuk pemeliharaan dan overhaul pesawat," tukasnya.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, penandatanganan kerjasama itu merupakan puncak dari kerjasama yang dilakukan dengan Australia di bidang pertahanan.
Keduanya telah melakukan pertemuan bilateral sejak Selasa 4 September 2012 lalu, hingga kemudian lahirlah kesepakatan kerjasama. "Pertemuan ini merupakan langkah yang sangat penting bagi kemajuan kerjasama industri pertahanan kedua negara," katanya di Jakarta, Rabu 5 September 2012.
Dia mengungkapkan, kerjasama bidang industri pertahanan itu menjadi bagian dalam perjanjian tentang kerangka kerjasama keamanan, dan rencana aksi kerjasama pertahanan dengan memberlakukan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghargai kedaulatan dan keutuhan wilayah.
Menteri Pertahanan Australia Francis Smith menuturkan, kedua negara sepakat untuk bekerjasama lebih erat dalam bidang kontraterorisme, bantuan kemanusiaan dan pemulihan bencana, keamanan maritim, dan berbagi informasi intelijen. Selain itu kerjasama juga akan dilakukan di bidang industri pertahanan, serta pendidikan dan pelatihan bidang militer.
Sementara itu, Menristek Gusti Muhammad Hatta menambahkan, kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan pada tingkat bisnis, dan pejabat senior untuk menjajaki hal-hal yang dapat diwujudkan secara nyata.
"Akan ada juga kerjasama untuk membangun depot pemeliharaan Hercules C-130. Kerjasamanya dalam hal ini adalah untuk pemeliharaan dan overhaul pesawat," tukasnya.
(lil)