Polisi: Jakarta jadi tujuan teroris dari Solo
Kamis, 06 September 2012 - 00:31 WIB
Polisi: Jakarta jadi tujuan teroris dari Solo
A
A
A
Sindonews.com - Polisi menduga jaringan teroris yang beraksi di Solo, Jawa Tengah, masuk ke Jakarta untuk menghindari kejaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, Mabes Polri telah memperingatkan seluruh jajarannya di Jabodetabek untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya pasca penangkapan Firman di Perumahan Taman Anyelir II, Kalimulya, Depok.
"Memang sudah disampaikan dalam rapat. Ada informasi dari satuan atas Mabes Polri, dampak dari penggerebekan di Solo. Kita sudah terima tak spesifik disebutkan Depok saja, semua kapolres mendengarkan itu, artinya tak terkecuali Depok, kita tetap tingkatkan kewaspadaan. Kemungkinan wilayah DKI dijadikan tempat pelarian," katanya kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/9/12).
Dia mengungkapkan, Densus 88 Antiteror juga sebenarnya telah memprediksi dampak dari penggerebekan Firman di Depok. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran empuk sebagai tempat pelarian jaringan tersebut adalah wilayah Jabodetabek.
Bahkan menurutnya, dugaan tersebut telah disampaikan kepada seluruh jajaran kepolisian di Jabodetabek sejak dua pekan lalu. Karena itu juga lah, dirinya mengaku tidak heran adanya penggerebekan di wilayah hukumnya.
Terkait keberadaan Firman di Depok, Mulyadi mengungkapkan jika Firman memang memiliki kerabat di Depok, sehingga berusaha menghindari kejaran petugas dengan mengunjungi rumah kerabatnya itu.
"Kebetulan keluarganya ada disini, kalau keluarganya di Cibinong atau di Bogor, mungkin dia akan lari kesana. Memang tidak secara spesifik, dan terperinci diberikan DPO Solo oleh tim Densus, namun secara umum disampaikan kemungkinan wilayah DKI jadi tempat pelarian," tandasnya.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, Mabes Polri telah memperingatkan seluruh jajarannya di Jabodetabek untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya pasca penangkapan Firman di Perumahan Taman Anyelir II, Kalimulya, Depok.
"Memang sudah disampaikan dalam rapat. Ada informasi dari satuan atas Mabes Polri, dampak dari penggerebekan di Solo. Kita sudah terima tak spesifik disebutkan Depok saja, semua kapolres mendengarkan itu, artinya tak terkecuali Depok, kita tetap tingkatkan kewaspadaan. Kemungkinan wilayah DKI dijadikan tempat pelarian," katanya kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/9/12).
Dia mengungkapkan, Densus 88 Antiteror juga sebenarnya telah memprediksi dampak dari penggerebekan Firman di Depok. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran empuk sebagai tempat pelarian jaringan tersebut adalah wilayah Jabodetabek.
Bahkan menurutnya, dugaan tersebut telah disampaikan kepada seluruh jajaran kepolisian di Jabodetabek sejak dua pekan lalu. Karena itu juga lah, dirinya mengaku tidak heran adanya penggerebekan di wilayah hukumnya.
Terkait keberadaan Firman di Depok, Mulyadi mengungkapkan jika Firman memang memiliki kerabat di Depok, sehingga berusaha menghindari kejaran petugas dengan mengunjungi rumah kerabatnya itu.
"Kebetulan keluarganya ada disini, kalau keluarganya di Cibinong atau di Bogor, mungkin dia akan lari kesana. Memang tidak secara spesifik, dan terperinci diberikan DPO Solo oleh tim Densus, namun secara umum disampaikan kemungkinan wilayah DKI jadi tempat pelarian," tandasnya.
(lil)