Polisi bantah Depok sarang teroris
Rabu, 05 September 2012 - 17:48 WIB
Polisi bantah Depok sarang teroris
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Jakarta, Depok, menjadi sasaran empuk untuk tempat persembunyian para teroris. Setidaknya, hampir mencapai delapan kali sejak tahun 2007 penggerebekan teroris terjadi di Depok.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni membantah, jika Kota Depok disebut sebagai sarang teroris. Tetapi diakuinya, banyak keluarga teroris tinggal di Depok.
"Bukan berarti sasaran empuk, tapi banyak keluarganya tinggal disini. Misalnya, jadi menginap atau singgah di Depok. Karena itu, jangan ada bahasa kecolongan," katanya kepada wartawan, Rabu (5/9/2012).
Sementara itu Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail ikut menyambangi lokasi penggerebekan teroris di Perumahan Taman Anyelir 2 Blok E1/1, Kalimulya, Cilodong, Depok.
Nur Mahmudi menegaskan, Firman merupakan daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 antiteror, bukan warga Depok, tetapi warga pendatang.
"Terduga teroris adalah warga pendatang, karena itu kami meminta agar warga Depok untuk tertib administrasi, dan memiliki KTP Depok," tandasnya.
Rentetan teroris yang ditangkap di Depok, antara lain kelompok Umar Patek, jaringan Dulmatin, Sofyan Tsauri, hingga persembunyian senjata milik teroris di hutan kota Universitas Indonesia.
Hingga yang baru terjadi penggerebekan diduga teroris Solo, Jawa Tengah, Firman di Perumahan Taman Anyelir 2, Kalimulya, Cilodong, Depok.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni membantah, jika Kota Depok disebut sebagai sarang teroris. Tetapi diakuinya, banyak keluarga teroris tinggal di Depok.
"Bukan berarti sasaran empuk, tapi banyak keluarganya tinggal disini. Misalnya, jadi menginap atau singgah di Depok. Karena itu, jangan ada bahasa kecolongan," katanya kepada wartawan, Rabu (5/9/2012).
Sementara itu Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail ikut menyambangi lokasi penggerebekan teroris di Perumahan Taman Anyelir 2 Blok E1/1, Kalimulya, Cilodong, Depok.
Nur Mahmudi menegaskan, Firman merupakan daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 antiteror, bukan warga Depok, tetapi warga pendatang.
"Terduga teroris adalah warga pendatang, karena itu kami meminta agar warga Depok untuk tertib administrasi, dan memiliki KTP Depok," tandasnya.
Rentetan teroris yang ditangkap di Depok, antara lain kelompok Umar Patek, jaringan Dulmatin, Sofyan Tsauri, hingga persembunyian senjata milik teroris di hutan kota Universitas Indonesia.
Hingga yang baru terjadi penggerebekan diduga teroris Solo, Jawa Tengah, Firman di Perumahan Taman Anyelir 2, Kalimulya, Cilodong, Depok.
(mhd)