Menko Polhukam benarkan JAT di balik teroris Solo
Selasa, 04 September 2012 - 13:42 WIB
Menko Polhukam benarkan JAT di balik teroris Solo
A
A
A
Sindonews.com - Abu Bakar Baasyir kembali menjadi sorotan setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbai menuding Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) berada di balik sejumlah aksi terorisme di Solo, Jawa Tengah.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto yang ditemui di Istana Negara membenarkan pernyataan Ansyad terkait keterlibatan JAT dalam sejumlah aksi teror itu.
"Ya kita ikuti saja apa yang dikatakan Pak Ansyad. Dia kan Kepala BNPT, jadi lebih tahu banyak," katanya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Seperti diketahui, Ansyad Mbai sebelumnya menyebut dua terduga teroris yang tewas dalam aksi baku tembak dengan Densus 88 Antiteror di Solo beberapa waktu lalu berasal dari kelompok jaringan JAT pimpinan Abu Bakar Baasyir.
"Iya JAT. Itu dari Hisbah Solo, kemudian juga masuk di kelompok Mujahidin Jakarta. Jaringannya itu-itu juga. Komandannya tetap," ujarnya.
Dia mengungkapkan, kelompok teroris ini masih memiliki kekuatan yang cukup kuat, baik dari segi pendanaan maupun kaderisasi. Sumber pendanaan kelompok ini sendiri berasal dari hacker, MLM online, speed cash online, dan merampok.
Sementara peneliti terorisme dari Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Al Chaidar menyatakan, ketiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, bukanlah jaringan dari JAT. Pasalnya, salah satu terduga teroris memiliki kaitan erat dengan Abu Omar, dan jaringan Abu Omar sama sekali tidak terkait dengan JAT.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto yang ditemui di Istana Negara membenarkan pernyataan Ansyad terkait keterlibatan JAT dalam sejumlah aksi teror itu.
"Ya kita ikuti saja apa yang dikatakan Pak Ansyad. Dia kan Kepala BNPT, jadi lebih tahu banyak," katanya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Seperti diketahui, Ansyad Mbai sebelumnya menyebut dua terduga teroris yang tewas dalam aksi baku tembak dengan Densus 88 Antiteror di Solo beberapa waktu lalu berasal dari kelompok jaringan JAT pimpinan Abu Bakar Baasyir.
"Iya JAT. Itu dari Hisbah Solo, kemudian juga masuk di kelompok Mujahidin Jakarta. Jaringannya itu-itu juga. Komandannya tetap," ujarnya.
Dia mengungkapkan, kelompok teroris ini masih memiliki kekuatan yang cukup kuat, baik dari segi pendanaan maupun kaderisasi. Sumber pendanaan kelompok ini sendiri berasal dari hacker, MLM online, speed cash online, dan merampok.
Sementara peneliti terorisme dari Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Al Chaidar menyatakan, ketiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, bukanlah jaringan dari JAT. Pasalnya, salah satu terduga teroris memiliki kaitan erat dengan Abu Omar, dan jaringan Abu Omar sama sekali tidak terkait dengan JAT.
(lil)