Presiden terima kunjungan Hillary Clinton
Selasa, 04 September 2012 - 09:57 WIB
Presiden terima kunjungan Hillary Clinton
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Hillary yang didampingi sejumlah asistennya tiba di kantor presiden sekira pukul 09.24 WIB, disambut langsung oleh Presiden SBY.
Tak banyak yang diucapkan oleh Hillary saat turun dari mobilnya, dia hanya menanyakan kabar ke Presiden SBY. "Hai, how are you?" tanya Hillary kepada Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Usai berjabat tangan dan diabadikan oleh sejumlah media televisi nasional, Hillary dan Presiden SBY langsung masuk ke dalam kantor presiden.
Sebelumnya, Hillary melakukan konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa. Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, banyak hal yang akan dibahas oleh kedua negara.
Selain membahas isu kawasan, AS dan Indonesia juga diketahui akan membahas isu global (Timur Tengah). "Arti penting hubungan AS dan Indonesia tidak hanya berpengaruh dalam sisi bilateral, tapi memiliki dampak pada kawasan dan luar kawasan. Hubungan AS dan Indonesia terbukti menjadi kontribusi penting stabilitas," ujar Marty.
Marty menambahkan, AS dan Indonesia sepakat bila isu Laut China Selatan diselesaikan dengan cara damai dan diplomasi. Kedua negara itu juga menyadari pentingnya dialog dalam penyelesaian setiap masalah.
Baca ulasannya di Koran Sindo
Tak banyak yang diucapkan oleh Hillary saat turun dari mobilnya, dia hanya menanyakan kabar ke Presiden SBY. "Hai, how are you?" tanya Hillary kepada Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Usai berjabat tangan dan diabadikan oleh sejumlah media televisi nasional, Hillary dan Presiden SBY langsung masuk ke dalam kantor presiden.
Sebelumnya, Hillary melakukan konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa. Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, banyak hal yang akan dibahas oleh kedua negara.
Selain membahas isu kawasan, AS dan Indonesia juga diketahui akan membahas isu global (Timur Tengah). "Arti penting hubungan AS dan Indonesia tidak hanya berpengaruh dalam sisi bilateral, tapi memiliki dampak pada kawasan dan luar kawasan. Hubungan AS dan Indonesia terbukti menjadi kontribusi penting stabilitas," ujar Marty.
Marty menambahkan, AS dan Indonesia sepakat bila isu Laut China Selatan diselesaikan dengan cara damai dan diplomasi. Kedua negara itu juga menyadari pentingnya dialog dalam penyelesaian setiap masalah.
Baca ulasannya di Koran Sindo
(lil)