Pengamat: Dana TNI naik sedikit diteriaki
Selasa, 04 September 2012 - 05:01 WIB
Pengamat: Dana TNI naik sedikit diteriaki
A
A
A
Sindonews.com - Pengadaan Kapal Kawal Cepat Rudal (KCR) Klewang-625 TNI Angkatan Laut belum menjamin keamanan seluruh wilayah garis pantai di Indonesia.
Indonesia dinilai masih memerlukan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) utamanya armada laut guna memerkuat perimbangan pertahanan di wilayah perairan.
Menurut pengamat militer dari Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie, kemampuan TNI masih jauh dari kata mampu untuk menjaga seluruh kedaulatan dan kekayaan bangsa Indonesia.
Dengan anggaran yang ada sekarang, belum sanggup membangun kekuatan TNI yang dapat menjaga seluruh wilayah garis pantai.
“Jepang yang luas wilayah lautnya segitu saja, anggaran USD10 miliar belum cukup. Jadi memang banyak sekali pekerjaan rumah kita,” ujar Connie di Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Penguatan angkatan laut ini, kata Connie, jangan dipandang sebagai perlombaan senjata dengan negara-negara tetangga. Namun semata untuk meningkatkan kemampuan pertahanan yang sekarang ini kondisinya dinilai masih jauh dari mumpuni, sekaligus membuat TNI lebih professional.
Dia mencontohkan betapa pengamanan laut masih lemah karena tiap bulan ada ribuan kapal asing yang mencuri kekayaan laut Indonesia karena lemahnya kemampuan untuk menangkap.
Akan tetapi hal ini nampaknya tidak akan mudah karena butuh alokasi anggaran yang tidak sedikit. Padahal peningkatan anggaran untuk pertahanan sejauh ini belum bisa dipahami secara luas.
“Dana pemilu yang sampai begitu besar orang tidak ada yang teriak, dana TNI naik sedikit semua diteriaki. Kita harus punya sipil yang paham pertahanan. Sebab, melindungi segenap kedaulatan dan kekayaan itu tugas pertahanan,” terangnya.
Indonesia dinilai masih memerlukan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) utamanya armada laut guna memerkuat perimbangan pertahanan di wilayah perairan.
Menurut pengamat militer dari Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie, kemampuan TNI masih jauh dari kata mampu untuk menjaga seluruh kedaulatan dan kekayaan bangsa Indonesia.
Dengan anggaran yang ada sekarang, belum sanggup membangun kekuatan TNI yang dapat menjaga seluruh wilayah garis pantai.
“Jepang yang luas wilayah lautnya segitu saja, anggaran USD10 miliar belum cukup. Jadi memang banyak sekali pekerjaan rumah kita,” ujar Connie di Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Penguatan angkatan laut ini, kata Connie, jangan dipandang sebagai perlombaan senjata dengan negara-negara tetangga. Namun semata untuk meningkatkan kemampuan pertahanan yang sekarang ini kondisinya dinilai masih jauh dari mumpuni, sekaligus membuat TNI lebih professional.
Dia mencontohkan betapa pengamanan laut masih lemah karena tiap bulan ada ribuan kapal asing yang mencuri kekayaan laut Indonesia karena lemahnya kemampuan untuk menangkap.
Akan tetapi hal ini nampaknya tidak akan mudah karena butuh alokasi anggaran yang tidak sedikit. Padahal peningkatan anggaran untuk pertahanan sejauh ini belum bisa dipahami secara luas.
“Dana pemilu yang sampai begitu besar orang tidak ada yang teriak, dana TNI naik sedikit semua diteriaki. Kita harus punya sipil yang paham pertahanan. Sebab, melindungi segenap kedaulatan dan kekayaan itu tugas pertahanan,” terangnya.
(lns)