Bareskim masih periksa vendor simulator SIM
Senin, 03 September 2012 - 17:53 WIB
Bareskim masih periksa vendor simulator SIM
A
A
A
Sindonews.com- Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) terus melakukan pedalaman kasus korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korlantas Polri.
"Mudah-mudahan dalam minggu ini kita selesaikan, karena kita masih memeriksa vendor-vendor," tutur Kabareskim Komjen Pol Sutarman di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sutarman menjelaskan, peralatan simulator bukan cuma kerangkanya saja, tapi ada elektroniknya, ada komputernya dan lain-lain. Untuk menuntaskan kasus ini, banyak vendor-vendor diperiksa penyidik Kabareskim. "Ada 40 lebih vendor yang terkait simulator ini," kata dia.
Sutarman berharap dalam waktu dekat pemberkasan sudah selesai supaya segera P21 (lengkap) dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). "Mudah-mudahan Jumat sudah bisa pemberkasan. Dan kita periksakan lari-larinya barang itu ke polres-polres sudah kita periksa," terangnya.
Sutarman mengaku, belum mendapatkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan adanya kerugian uang negara. "Belum, Kita sudah meminta tapi belum," tegasnya.
Untuk menelaah lebih jauh, Kabareskim sudah berencana untuk menghadirkan saksi ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk digunakan BPK dalam penghitungan kerugian negara.
"Mudah-mudahan dalam minggu ini kita selesaikan, karena kita masih memeriksa vendor-vendor," tutur Kabareskim Komjen Pol Sutarman di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sutarman menjelaskan, peralatan simulator bukan cuma kerangkanya saja, tapi ada elektroniknya, ada komputernya dan lain-lain. Untuk menuntaskan kasus ini, banyak vendor-vendor diperiksa penyidik Kabareskim. "Ada 40 lebih vendor yang terkait simulator ini," kata dia.
Sutarman berharap dalam waktu dekat pemberkasan sudah selesai supaya segera P21 (lengkap) dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). "Mudah-mudahan Jumat sudah bisa pemberkasan. Dan kita periksakan lari-larinya barang itu ke polres-polres sudah kita periksa," terangnya.
Sutarman mengaku, belum mendapatkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan adanya kerugian uang negara. "Belum, Kita sudah meminta tapi belum," tegasnya.
Untuk menelaah lebih jauh, Kabareskim sudah berencana untuk menghadirkan saksi ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk digunakan BPK dalam penghitungan kerugian negara.
(san)