Daniel Kogoya tembak anggota TNI di Papua
Senin, 03 September 2012 - 15:31 WIB
Daniel Kogoya tembak anggota TNI di Papua
A
A
A
Sindonews.com - Pembunuh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di tanjakan Gunung Merah, wilayah Nafri Jayapura, Papua, berhasil dibekuk aparat kepolisian. Pembunuh itu diketahui bernama Daniel Kogoya. Dia berhasil ditangkap setelah dilumpuhkan timah panas polisi.
"Yang menembak anggota TNI di Nafri," ujar Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol Sutarman, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sutarman juga membenarkan, polisi menembak Daniel dibagian kakinya, karena melakukan perlawanan. Dia mengaku, proses penangkapan sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).
"Pelaku kejahatan apabila diperkirakan akan membahayakan petugas atau masyarakat akan dilakukan diskresi (kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi) untuk penembakan," terangnya.
Saat ditanya apakah Daniel bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sutarman enggan menjelaskan. Dia hanya menjawab akan melakukan penegakan hukum terhadap orang yang melakukan penembakan dan pembunuhan terhadap masyarakat, TNI dan polri.
"Kita tidak melihat OPM atau tidak, tetapi itu adalah pelaku kejahatan yang menembak anggota TNI. Itu kan kejahatan," pungkasnya.
Kelompok Daniel Kogoya sangat berbhaya. Kelompok ini melakukan serentetan aksi penembakan terhadap warga sipil, turis, maupun aparat kepolisian dan tentara, di Jayapura. Dalam aksinya, kelompok ini sangat mematikan.
Serentetan aksi yang dilakukan kelompok ini antara lain penembakan warga sipil di Nafri, Distrik Abepura, Jayapura tahun 2010 dan penghadangan dan penembakan pengendara motor yang menewaskan tiga orang tahun 2011 di Distrik Abepura.
"Yang menembak anggota TNI di Nafri," ujar Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol Sutarman, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sutarman juga membenarkan, polisi menembak Daniel dibagian kakinya, karena melakukan perlawanan. Dia mengaku, proses penangkapan sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).
"Pelaku kejahatan apabila diperkirakan akan membahayakan petugas atau masyarakat akan dilakukan diskresi (kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi) untuk penembakan," terangnya.
Saat ditanya apakah Daniel bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sutarman enggan menjelaskan. Dia hanya menjawab akan melakukan penegakan hukum terhadap orang yang melakukan penembakan dan pembunuhan terhadap masyarakat, TNI dan polri.
"Kita tidak melihat OPM atau tidak, tetapi itu adalah pelaku kejahatan yang menembak anggota TNI. Itu kan kejahatan," pungkasnya.
Kelompok Daniel Kogoya sangat berbhaya. Kelompok ini melakukan serentetan aksi penembakan terhadap warga sipil, turis, maupun aparat kepolisian dan tentara, di Jayapura. Dalam aksinya, kelompok ini sangat mematikan.
Serentetan aksi yang dilakukan kelompok ini antara lain penembakan warga sipil di Nafri, Distrik Abepura, Jayapura tahun 2010 dan penghadangan dan penembakan pengendara motor yang menewaskan tiga orang tahun 2011 di Distrik Abepura.
(san)