Perpres insentif peneliti segera diteken

Jum'at, 31 Agustus 2012 - 04:30 WIB
Perpres insentif peneliti...
Perpres insentif peneliti segera diteken
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjanjikan kenaikan insentif untuk peneliti. Hal ini diakuinya sudah dibicarakan dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam.

"Saya sudah menelepon Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet mengenai tunjangan peneliti. Semuanya sudah siap tinggal ditandatangani. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa ditandatangani, jadi September peneliti sudah bisa terima,” katanya selepas menghadiri acara puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) di Gedung Merdeka Jalan Asia-Afrika, Bandung, Kamis 30 Agustus 2012.

Kenaikan tunjangan ini, kata SBY, menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan peneliti. Namun, kenaikan ini bukan untuk semua peneliti, tapi hanya berlaku bagi yang ada di lembaga-lembaga penelitian.

"Dua tahun ini saya ingin tingkatkan jumlah dana penelitian yang relatif besar untuk mengembangkan transportasi hemat bahan bakar minyak (BBM), penelitian produk tanaman, dan lain-lain. Mudah-mudahan DPR bisa mendukung ini,” harapnya.

Seskab Dipo Alam saat ditemui dalam acara yang sama menambahkan, kenaikan tunjangan itu dalam bentuk perpres. Jumlahnya bervariasi, bergantung tingkatan peneliti.

"Insya Allah kenaikannya yang saya ingat peneliti utama Rp3,25 juta. Pokoknya akan ada kenaikan, Itu kenaikannya untuk semua peneliti. Ada peneliti utama, madya, dan beberapa ranking penelitian,” kata Dipo.

Sementara itu, pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga terdapat berbagai jenis insentif peneliti dan peningkatan anggaran riset. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh berharap ada kinerja yang baik sebagai timbal baliknya.

"Untuk peneliti pada tingkat profesor atau guru besar di perguruan tinggi ada insentif khusus yang diberikan, ya lumayan besarannya Rp12 juta,” ucapnya.

Menurutnya, anggaran yang memadai sangatlah penting untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan aplikatif. Pada tingkat perguruan tinggi M Nuh mengatakan dana penelitian juga diberikan melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).

"Dari BOPTN 30 persennya untuk riset, mulai 2013 sudah ada biaya riset yang memadai Rp1 triliun akan dikucurkan pusat untuk BOPTN. Sekarang tinggal kemampuan penelitinya saja, tidak ada alasan tidak ada anggaran,” bebernya.

Selepas memberikan kabar menarik bagi peneliti, SBY berharap lima tahun mendatang Indonesia sudah bisa memproduksi mobil listrik sendiri. Untuk mewujudkan itu, Pusat Pengembangan Teknologi dan Industri Otomotif (PPTIO) dibentuk.

"Mari kita dukung supaya punya mobil listrik,” serunya sambil menaiki mobil listrik ESemar buatan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menteri Riset dan Teknologi Gusti M Hatta mengatakan, sejumlah perguruan tinggi telah menyusun road map mengenai mobil listrik. Pada 2018 akan diproduksi 10.000 unit sambil mempersiapkan infrastrukturnya.
(lil)
Berita Terkini
Sikapi Sidang Praperadilan...
Sikapi Sidang Praperadilan Roy Suryo, Rismon: Dugaan Rekayasa Digital Bisa Dibuktikan Tanpa Saksi Mata
Profil Rudi Setiawan,...
Profil Rudi Setiawan, Lulusan Akpol 1993 yang Dilantik sebagai Irjen Kementerian Imipas
Amien Desak Prabowo...
Amien Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Alumni KPK Masuk Tim...
Alumni KPK Masuk Tim Khusus Usut Kasus Febrie Adriansyah, Budi Prasetyo: Progres yang Positif
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Infografis
Israel Resmi Menyerah!...
Israel Resmi Menyerah! Segera Tarik Pasukan dari Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved