Peristiwa Sampang mulai disusupi
Kamis, 30 Agustus 2012 - 09:53 WIB
Peristiwa Sampang mulai disusupi
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (sekjend ICIS) Hasyim Muzadi mengatakan, peristiwa di Sampang, Madura mulai disusupi pihak yang memiliki kepentingan tertentu.
Menurut Hasyim, ada dua pihak yang coba memanfaatkan kasus Sampang ini, yakni dari dalam dan luar negeri. Dengan tegas, mantan ketua PBNU ini menuding, mereka adalah para peselancar politik.
"Makanya saya himbau agar dalam kasus sampang ini janganlah diselancari dengan exploitasi politik, apalagi kalau exploitasi tersebut untuk kepentingan global atau asing," ujar Hasyim di Jakartan, Kamis (30/08).
Menurutnya, jika asing senantiasa memanfaatkan setiap titik sesalahan dari bangsa Indonesia, dapat diartikan bahwa upaya tersebut sebagai bagian dari pemahaman historis materialisme kapitalis yang memang sudah melekat.
Namun kalau hal tersebut dilakukan oleh sebagian warga sendiri agar pihak luar negeri memukul negara Indonesia, maka hal itu biadab dan sungguh tidak bisa dimengerti.
"Upaya perorangan, kelompok, lembaga swadaya yang mau lapor ke HAM PBB bukanlah sikap yang terpuji sekalipun atas nama kemanusiaan," tegasnya.
Ia menegaskan, laporan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah Sampang yang nota bene masalah dalam negeri Indonesia. Upaya macam itu malah hanya menambah masalah saja.
Lebih jauh ia menilai, upaya meminta orang asing memukul bangsa sendiri sesunggunya merupakan white collar crime atau kejahatan kerah putih yang dalam jangka panjang akan merusak Indonesia dalam skala multidimensi.
Seharusnya, lanjut Hasyim, setiap masalah diselesaikan dikalangan bangsa sendiri dalam semangat ukhuwah islamiyah, nasionalisme, musyawarah mufakat yang bisa menjaga martabat bangsa.
Menurut Hasyim, ada dua pihak yang coba memanfaatkan kasus Sampang ini, yakni dari dalam dan luar negeri. Dengan tegas, mantan ketua PBNU ini menuding, mereka adalah para peselancar politik.
"Makanya saya himbau agar dalam kasus sampang ini janganlah diselancari dengan exploitasi politik, apalagi kalau exploitasi tersebut untuk kepentingan global atau asing," ujar Hasyim di Jakartan, Kamis (30/08).
Menurutnya, jika asing senantiasa memanfaatkan setiap titik sesalahan dari bangsa Indonesia, dapat diartikan bahwa upaya tersebut sebagai bagian dari pemahaman historis materialisme kapitalis yang memang sudah melekat.
Namun kalau hal tersebut dilakukan oleh sebagian warga sendiri agar pihak luar negeri memukul negara Indonesia, maka hal itu biadab dan sungguh tidak bisa dimengerti.
"Upaya perorangan, kelompok, lembaga swadaya yang mau lapor ke HAM PBB bukanlah sikap yang terpuji sekalipun atas nama kemanusiaan," tegasnya.
Ia menegaskan, laporan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah Sampang yang nota bene masalah dalam negeri Indonesia. Upaya macam itu malah hanya menambah masalah saja.
Lebih jauh ia menilai, upaya meminta orang asing memukul bangsa sendiri sesunggunya merupakan white collar crime atau kejahatan kerah putih yang dalam jangka panjang akan merusak Indonesia dalam skala multidimensi.
Seharusnya, lanjut Hasyim, setiap masalah diselesaikan dikalangan bangsa sendiri dalam semangat ukhuwah islamiyah, nasionalisme, musyawarah mufakat yang bisa menjaga martabat bangsa.
(ysw)