Komnas HAM sudah peringatkan pemerintah
Selasa, 28 Agustus 2012 - 14:25 WIB
Komnas HAM sudah peringatkan pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mewaspadai potensi kekerasan terhadap kelompok Syiah di Kecamatan Omben, kabupaten Sampang, sebelum insiden tersebut terjadi.
Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, pada Januari 2012 pihaknya sudah memantau, dan menyelidiki kemungkinan meletusnya kekerasan itu. Bahkan pihaknya juga telah memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Kabupaten Sampang, Kapolres Sampang, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dia mengungkapkan, inti dari rekomendasi itu adalah agar para pihak memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan tersebut, karena berpotensi menimbulkan kejadian serupa pada Desember 2011 lalu.
"Ciptakan kondisi yang kondusif dengan memberikan perlindungan keamanan dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, serta meminta pertanggungjawaban secara hukum kepada para pelaku pembakaran, atau tindak kekerasan lainnya guna memberikan efek jera, serta tidak terjadinya tindakan serupa dikemudian hari," katanya di Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Karena itu, Komnas HAM sangat menyesalkan terulangnya peristiwa kekerasan yang menewaskan dua orang tersebut. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap para korban, dan keluarga korban dalam peristiwa tersebut," tuturnya.
Selain itu, Komnas HAM juga mengecam keras penggunaan kekerasan dalam memperjuangkan kepentingan, atau perbedaan pendapat yang telah mengakibatkan terjadinya berbagai bentuk pelanggaran HAM. Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas peristiwa ini, dan tanpa ragu menindak tegas para pelaku peristiwa kekerasan.
Menurutnya, pemerintah juga harus menyampaikan informasi yang akurat dan menyeluruh kepada masyarakat terhadap setiap perkembangan penyelidikan yang dilakukan. "Dengan begitu, masyarakat terhindar dari desas-desus yang menimbulkan rasa tidak aman, dan ketakutan yang justru akan menambah permasalahan baru," tandasnya.
Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, pada Januari 2012 pihaknya sudah memantau, dan menyelidiki kemungkinan meletusnya kekerasan itu. Bahkan pihaknya juga telah memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Kabupaten Sampang, Kapolres Sampang, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dia mengungkapkan, inti dari rekomendasi itu adalah agar para pihak memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan tersebut, karena berpotensi menimbulkan kejadian serupa pada Desember 2011 lalu.
"Ciptakan kondisi yang kondusif dengan memberikan perlindungan keamanan dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, serta meminta pertanggungjawaban secara hukum kepada para pelaku pembakaran, atau tindak kekerasan lainnya guna memberikan efek jera, serta tidak terjadinya tindakan serupa dikemudian hari," katanya di Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Karena itu, Komnas HAM sangat menyesalkan terulangnya peristiwa kekerasan yang menewaskan dua orang tersebut. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap para korban, dan keluarga korban dalam peristiwa tersebut," tuturnya.
Selain itu, Komnas HAM juga mengecam keras penggunaan kekerasan dalam memperjuangkan kepentingan, atau perbedaan pendapat yang telah mengakibatkan terjadinya berbagai bentuk pelanggaran HAM. Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas peristiwa ini, dan tanpa ragu menindak tegas para pelaku peristiwa kekerasan.
Menurutnya, pemerintah juga harus menyampaikan informasi yang akurat dan menyeluruh kepada masyarakat terhadap setiap perkembangan penyelidikan yang dilakukan. "Dengan begitu, masyarakat terhindar dari desas-desus yang menimbulkan rasa tidak aman, dan ketakutan yang justru akan menambah permasalahan baru," tandasnya.
(lil)