Parpol pertimbangkan sistem periodisasi

Selasa, 28 Agustus 2012 - 08:11 WIB
Parpol pertimbangkan...
Parpol pertimbangkan sistem periodisasi
A A A
Sindonews.com – Penugasan dan penempatan kader oleh partainya dalam pencalonan dan jabatan politik dinilai seringkali kurang memperhatikan aspek kaderisasi. Karena itu, partai politik perlu mengatur secara internal agar sumbatan karier politik bagi kader potensial bisa terbuka.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo mengatakan, selama ini penugasan kader sebagai anggota DPR sangat bergantung partai. Apalagi, tidak ada UU yang mengatur seseorang berapa kali boleh menjabat sebagai anggota DDPR.

Hal itu ber-beda dengan jabatan presiden dan kepala daerah yang diatur UU dengan maksimal hanya boleh dua kali masa jabatan. “Pembatasan masa jabatan anggota DPR kalaupun ada harusnya diatur oleh masing-masing parpol dan sifatnya internal partai,” kataTjahjo Senin 27 Agustus 2012.

Menurut pendapatnya, kalaupun partai akan mengatur setidaknya maksimal tiga periode jabatan, perlu ada catatan juga bahwa seorang kader bisa dicalonkan lagi untuk jabatan ke empat dan seterusnya atas penugasan pimpinan partai.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, melakukan periodisasi untuk pencalonan di legislatif dari sisi regenerasi memang cukup ideal.

Masalahnya, anggota DPR itu jabatan politis yang ditentukan langsung oleh masyarakat. Selama masyarakat menghendaki dan politisi yang bersangkutan memang berkualitas, pembatasan seperti tadi itu malah merugikan bagi parpol dan masyarakat itu sendiri. Menurut dia, dengan melakukan periodisasi misalkan tiga periode atau menjabat selama 15 tahun jika terus terpilih memang waktu yang cukup lama.

Dengan waktu tersebut cukup untuk menyiapkan regenerasi. Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan, PAN dulu menerapkan bahwa pencalonan menjadi anggota legislatif, baik tingkat DPR, provinsi,dan kabupaten/kota maksimal dua kali berturut-turut. Aturan ini tentu sama dengan batasan jabatan eksekutif yang berturut-turut dua kali periode.

Namun, sejak kongres PAN di Batam pada 2010, PAN tidak lagi membatasi pencalonan. Alasannya, partai membutuhkan dukungan dari basis konstituen tradisional. Pilihan terhadap partai salah satunya dipengaruhi oleh figur caleg. Bila caleg masih terpilih lagi karena pertimbangan integritas, kapasitas, dan kinerjanya, justru sangat baik untuk membesarkan partai ke depan.

Sistem pemilu di mana caleg terpilih berda-sarkan suara terbanyak menjadi ajang seleksi bagi para anggota parlemen yang akan mencalonkan kembali di dapilnya.
(ysw)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Jadi Caleg Butuh Uang...
Jadi Caleg Butuh Uang Banyak, Prabu Revolusi: Banyak Persepsi yang Salah soal Calon Legislatif
Aiman Witjaksono dan...
Aiman Witjaksono dan Prabu Revolusi Blak-Blakan soal Alasan Terjun ke Politik
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved