Johan: KPK lamban, itu hanya anggapan

Senin, 27 Agustus 2012 - 18:07 WIB
Johan: KPK lamban, itu...
Johan: KPK lamban, itu hanya anggapan
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dinilai lebih lamban dari POlri dalam menangani dugaan kasus korupsi di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.

Pasalnya, Kepala Korlantas Djoko Susilo (DS) yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK itu belum ada pemeriksaan lanjutan dari KPK. Sedangkan pihak kepolisian telah memeriksa DS sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Juru Bicara KPK Johan Budi menanggapi santai pernyataan yang menilai KPK lebih lambat dibandingkan Polri itu. Terutama soal pemeriksaan terhadap mantan Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Pol Djoko Susilo sebagai tersangka.

"Ya itu (KPK lebih lambat) anggapan. Anggapan itu belum tentu benar," kata Johan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Pemeriksaan saksi dan tersangka sendiri diakui Johan merupakan salah satu strategi dari pemeriksaan. Untuk kasus Korlantas, KPK diakui sampai saat ini masih melakukan verifikasi terhadap barang bukti yang ada.

"Pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka itu merupakan strategi pemeriksaan. Apakah saksi dulu atau tersangka dulu. Yang jelas KPK sampai sekarang masih melakukan verifikasi terhadap barang bukti," pungkas Johan.

Seperti diketahui sebelumnya, Djoko yang juga menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian (nonaktif) sudah menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim untuk melengkapi proses penyidikan atas anak buahnya Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo dalam kasus dugaan korupsi pengadaan uji simulator SIM, Jumat 24 Agustus 2012 lalu.

Sekedar diketahui, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus yang sempat jadi rebutan antara KPK dan Polri itu.

Keempat tersangka tersebut yakni, mantan Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Pol Djoko Susilo, Waka Korlantas Polri nonaktif Brigadir Jenderal Pol Didik Purnomo, Presiden Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo Bambang.
(mhd)
Berita Terkait
Perkara Simulator SIM...
Perkara Simulator SIM Korlantas Polri, KPK Sita 2 Rumah Rp85 Miliar
Korlantas Polri Mulai...
Korlantas Polri Mulai Petakan Jalur Mudik dari Jakarta-Surabaya
Layanan SIM, STNK dan...
Layanan SIM, STNK dan BPKB Kembali Dibuka Jelang New Normal
Profil Brigjen Pol Agus...
Profil Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Teman Seangkatan Kapolri yang Jadi Kakorlantas Polri
Implementasi Roadmap...
Implementasi Roadmap Era Digital Ditregident Korlantas Polri
Dirkamsel Korlantas...
Dirkamsel Korlantas Polri: Korban Lakalantas Tragedi Sia-sia
Berita Terkini
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Infografis
7 Kapolda Jebolan Akpol...
7 Kapolda Jebolan Akpol 1994, Ada Mantan Direktur KPK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved