Kapolri belum putuskan tambah pasukan ke Sampang

Senin, 27 Agustus 2012 - 15:38 WIB
Kapolri belum putuskan...
Kapolri belum putuskan tambah pasukan ke Sampang
A A A
Sindonews.com - Pasca kerusuhan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo belum memutuskan akan menambah pasukan di lokasi konflik. Saat ini sudah ada tiga satuan setingkat kompi (SSK) dari Polri dan TNI yang berjaga.

Menurut Kapolri, hingga kini masih menunggu situasi di Sampang. Jadi untuk penambahan pasukan sejauh ini belum diperlukan.

"Tentunya kita akan lihat secara fakta. Saya dan panglima TNI akan ke lokasi siang ini," kata Kapolri di Komplek Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2012).

Saat ini Kapolri mengatakan ada tiga SSK dari sana termasuk satu SSK TNI untuk membantu Polri dalam rangka pencegahan dan konflik tidak meluas.

"Kemudian sudah ada tujuh yang tertangkap termasuk inisial R pimpinannya, dan masih menunggu proses hukum selanjutnya," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tragedi kerusuhan di Kabupaten Sampang kembali pecah.

Belasan rumah milik pengikut Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Sampang, hangus terbakar. Dua orang menjadi korban dalam peristiwa ini.
(ysw)
Berita Terkini
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved