Dahlan senang Irak minati produk senjata RI
Senin, 27 Agustus 2012 - 12:53 WIB
Dahlan senang Irak minati produk senjata RI
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan pujian terhadap Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang sudah bersedia memasarkan senjata Indonesia ke Irak.
Dirinya mengaku senang, karena kunjungan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. "Saya senang sekali Wamenhan kita dari Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad dan Dahana," kata Dahlan di kantornya, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Sehabis keberangkatan Sjafrie, Dahlan mengaku juga datang ke Irak, walaupun dalam rangka urusan pribadi. Dirinya mendengar bahwa Irak percaya dengan buatan Indonesia. "Saya dengar kunjungan Wamenhan sukses sekali, Irak percaya sekali dengan senjata buatan indonesia," ungkapnya.
Sjafrie sendiri baru saja kembali dari kunjungan ke Irak. Di Baghdad, delegasi Indonesia memamerkan sejumlah persenjataan buatan anak bangsa, seperti senapan SS-2 dan kendaraan ringan lapis baja, Anoa. Keduanya diproduksi PT Pindad.
Sjafrie didampingi Direktur Utama Pindad, Adik Avianto, dalam kunjungan itu. Selain ke Irak, mereka juga menawarkan senjata ke Uganda dan Kongo.
Menurut Sjafrie, Irak juga tertarik untuk membeli pesawat CN-235 dan NC-212 buatan PT Dirgantara Indonesia. Dia menegaskan kualitas produk militer buatan Indonesia bisa diadu dengan negara lain.
“Selama ini, kita sudah mengekspor persenjataan ke negara lain di Asia Tenggara, kini saatnya memperluas pasar dan volume produksi,” katanya.
Dirinya mengaku senang, karena kunjungan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. "Saya senang sekali Wamenhan kita dari Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad dan Dahana," kata Dahlan di kantornya, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Sehabis keberangkatan Sjafrie, Dahlan mengaku juga datang ke Irak, walaupun dalam rangka urusan pribadi. Dirinya mendengar bahwa Irak percaya dengan buatan Indonesia. "Saya dengar kunjungan Wamenhan sukses sekali, Irak percaya sekali dengan senjata buatan indonesia," ungkapnya.
Sjafrie sendiri baru saja kembali dari kunjungan ke Irak. Di Baghdad, delegasi Indonesia memamerkan sejumlah persenjataan buatan anak bangsa, seperti senapan SS-2 dan kendaraan ringan lapis baja, Anoa. Keduanya diproduksi PT Pindad.
Sjafrie didampingi Direktur Utama Pindad, Adik Avianto, dalam kunjungan itu. Selain ke Irak, mereka juga menawarkan senjata ke Uganda dan Kongo.
Menurut Sjafrie, Irak juga tertarik untuk membeli pesawat CN-235 dan NC-212 buatan PT Dirgantara Indonesia. Dia menegaskan kualitas produk militer buatan Indonesia bisa diadu dengan negara lain.
“Selama ini, kita sudah mengekspor persenjataan ke negara lain di Asia Tenggara, kini saatnya memperluas pasar dan volume produksi,” katanya.
(lil)