Antisipasi bentrok susulan, anggota Brimob diterjunkan
Minggu, 26 Agustus 2012 - 19:30 WIB
Antisipasi bentrok susulan, anggota Brimob diterjunkan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mencatat, akibat peristiwa kerusuhan terhadap pengikut Syiah di Desa Karang Gayam Kecamatan Omben dan Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura yang terjadi siang tadi telah mengakibatkan satu orang meninggal dunia, lima orang luka-luka, seorang Kapolsek luka di kepala akibat lemparan batu dan kerugian material dengan lima rumah terbakar.
Atas peristiwa ini, aparat keamanan tengah mengejar pelaku, otak di balik kerusuhan tersebut. Untuk mengantisipasi hal itu aparat keamanan menurunkan Brimob 160 orang, diperkuat dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Yon 500/R dan anggota Kodim Sampang
"Saat ini Tim dari Polres Sampang, Brimob Polda Jatim sedang menelusuri tempat kejadian perkara ataupun hutan untuk mencari dan melacak korban dan pelaku," kata Deputi V Menko Polhukam Irjen Pol Bambang Suparno dalam pesan singkatnya, Jakarta, Minggu (26/8/2012).
Menurut Bambang, dari keterangan yang diperoleh sementara peristiwa ini bermula dari sekelompok orang dari kelompok Tajul berniat ke Malang dalam rangka silahturahim namun isu yg berkembang dikira kelompok ini akan ke Pasuruan mendatangi Imam Syiah yg di Pasuruan.
"Inilah yang menimbulkan kemarahan dari pihak Syuni dan menyerang membakar rumah kelompol Syiah," paparnya.
Peristiwa ini bermula pada tanggal 26 Agustus 2012 pukul 11.00 wib di kampung Nakernang desa. Karang Gayam Omben telah terjadi pengrusakan dan pembakaran rumah milik Ibu Kyai Tajul yang dilakukan oleh massa kurang lebih 1000 orang. Massa datang dengan membawa senjata tajam.
Atas peristiwa ini, aparat keamanan tengah mengejar pelaku, otak di balik kerusuhan tersebut. Untuk mengantisipasi hal itu aparat keamanan menurunkan Brimob 160 orang, diperkuat dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Yon 500/R dan anggota Kodim Sampang
"Saat ini Tim dari Polres Sampang, Brimob Polda Jatim sedang menelusuri tempat kejadian perkara ataupun hutan untuk mencari dan melacak korban dan pelaku," kata Deputi V Menko Polhukam Irjen Pol Bambang Suparno dalam pesan singkatnya, Jakarta, Minggu (26/8/2012).
Menurut Bambang, dari keterangan yang diperoleh sementara peristiwa ini bermula dari sekelompok orang dari kelompok Tajul berniat ke Malang dalam rangka silahturahim namun isu yg berkembang dikira kelompok ini akan ke Pasuruan mendatangi Imam Syiah yg di Pasuruan.
"Inilah yang menimbulkan kemarahan dari pihak Syuni dan menyerang membakar rumah kelompol Syiah," paparnya.
Peristiwa ini bermula pada tanggal 26 Agustus 2012 pukul 11.00 wib di kampung Nakernang desa. Karang Gayam Omben telah terjadi pengrusakan dan pembakaran rumah milik Ibu Kyai Tajul yang dilakukan oleh massa kurang lebih 1000 orang. Massa datang dengan membawa senjata tajam.
(azh)