Banyak hakim ad hoc yang tidak jelas

Minggu, 26 Agustus 2012 - 23:34 WIB
Banyak hakim ad hoc...
Banyak hakim ad hoc yang tidak jelas
A A A
Sindonews.com - Ditangkapnya dua hakim ad hoc yang bertugas di Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) daerah, membuktikan tidak efektifnya pengadilan tersebut dalam melakukan pemberantasan korupsi di daerah.

"Dulu, kalau orang anti Pengadilan Tipikor di daerah, dianggap anti pemberantasan korupsi. Justru Pengadilan Tipikor di daerah itu bahaya, karena banyak hakim ad hoc yang tidak jelas latar belakangnya," kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD usai menghadiri Syawalan KAHMI, di Yogyakarta, Minggu (26/8/2012).

Dia mengungkapkan, sebelum ada Pengadilan Tipikor di daerah, pengadilan umum hampir selalu menjatuhkan vonis yang berat kepada terdakwa kasus korupsi. "Kasus yang di Banyuwangi, Jember, Blitar, Pasuruan, Pamekasan, semua itu pengadilan biasa, dan hukuman bagi koruptor di daerah berat-berat. Sekarang kan melalui Pengadilan Tipikor di daerah lebih banyak yang bebas," jelasnya.

Dia menilai, proses peradilan untuk kasus korupsi di daerah sebaiknya tetap dilakukan oleh pengadilan umum, dan tidak menggunakan hakim ad hoc. Sementara di pusat, tetap ada Pengadilan Tipikor dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pada saatnya nanti, KPK harus kembali tidak ada. Bukan anti pemberantasan korupsi, tetapi pemberantasan korupsi dikembalikan pada lembaga-lembaga yang normal (Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan)," ungkapnya.

menurutnya, sejak adanya Pengadilan Tipikor di daerah justru ada lebih banyak koruptor yang mendapatkan vonis bebas. Namun, dia menganggap tetap harus ada Pengadilan Tipikor di tingkat pusat, untuk mengadili kasus korupsi yang ditangani KPK.

"Saya kira pemberantasan korupsi harus digalakkan, diperpanas, dipertegas, tetapi tidak harus dihadiri oleh pengadilan ad hoc," tandasnya.
(lil)
Berita Terkait
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Dua Eks Pemeriksa Pajak...
Dua Eks Pemeriksa Pajak DJP Kemenkeu Divonis 8 dan 9 Tahun Penjara
Dua Mantan Algojo Pengadilan...
Dua Mantan 'Algojo' Pengadilan Tipikor Jakarta Jadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi
Penuhi Panggilan Sebagai...
Penuhi Panggilan Sebagai Saksi Secara Online, Mardani Diminta Hadir Offline
Hasto Perintahkan Harun...
Hasto Perintahkan Harun Masiku Rendam HP dan Standby di DPP PDIP Agar Lolos dari KPK
Kewenangan Pengadilan...
Kewenangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Berita Terkini
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diyakini Terus Berkembang, Eks Penyidik KPK: Ikuti Aliran Uangnya
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved