Urbanisasi menjadi masalah rutin tiap tahun
Kamis, 23 Agustus 2012 - 22:01 WIB
Urbanisasi menjadi masalah rutin tiap tahun
A
A
A
Sindonews.com - Dalam arus balik Lebaran ditenggarai banyak warga yang pulang kampung mengajak sanak saudaranya untuk mengadu nasib di kota-kota besar.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyebut urbanisasi pasca Lebaran ini sebagai masalah rutin setiap tahun.
"Jadi begini selalu menjadi problem rutin kita setiap pasca mudik adalah meningkatnya jumlah arus balik sekaligus pengikut baru dalam arti urbanisasi, pekerja kota baru tanpa keterampilan nekat berangkat ke ibukota dan kota-kota besar di tanah air," kata Muhaimin di kantornya, Jakarta, Kamis (23/8/2012).
Meski dari tahun ke tahun jumlahnya menurun, Muhaimin khawatir akibat dari urbanisasi ini akan menimbulkan gejolak sosial dan ancaman pengangguran di perkotaan termasuk ibu kota.
Untuk itu ia memberi solusi untuk mengantisipasi urbanisasi tersebut seperti pemerintah daerah harus terus menerus meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan, investasi penciptaan lapangan kerja sementara maupun pekerjaan tetap pembangunan infrastruktur melalui padat karya, produk padat karya, pembangunan alternatif untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.
"Ini harus direncanakan dengan baik, karena itu Kemenakertrans membackup pemerintah daerah untuk membuat perencanaan ketenagakerjaan yang baik terutama di daerah-daerah pensuplai tenaga kerja di kota-kota besar. Perencanaan tenaga kerja ini penting supaya tidak terjadi penumpukan di kota besar," paparnya.
Selain itu, pihaknya juga akan terus mendorong memberikan program-program alternatif kewirausahaan, pelatihan melalui BLK kemudian tehnologi tepat guna, padat karya produktif dan kegiatan penciptaan investasi serta pembangunan ekonomi kawasan. "Ini yang harus kita genjot," tegasnya.
Di kota-kota besar, lanjutnya juga harus memperketat diri untuk datangnya orang dari daerah lain.
"Saya setuju operasi yustisia, penyadaran dan kita dorong transmigrasi dari kota-kota besar ke daerah-daerah yang mempunyai tanah yang luas," sebutnya.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyebut urbanisasi pasca Lebaran ini sebagai masalah rutin setiap tahun.
"Jadi begini selalu menjadi problem rutin kita setiap pasca mudik adalah meningkatnya jumlah arus balik sekaligus pengikut baru dalam arti urbanisasi, pekerja kota baru tanpa keterampilan nekat berangkat ke ibukota dan kota-kota besar di tanah air," kata Muhaimin di kantornya, Jakarta, Kamis (23/8/2012).
Meski dari tahun ke tahun jumlahnya menurun, Muhaimin khawatir akibat dari urbanisasi ini akan menimbulkan gejolak sosial dan ancaman pengangguran di perkotaan termasuk ibu kota.
Untuk itu ia memberi solusi untuk mengantisipasi urbanisasi tersebut seperti pemerintah daerah harus terus menerus meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan, investasi penciptaan lapangan kerja sementara maupun pekerjaan tetap pembangunan infrastruktur melalui padat karya, produk padat karya, pembangunan alternatif untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.
"Ini harus direncanakan dengan baik, karena itu Kemenakertrans membackup pemerintah daerah untuk membuat perencanaan ketenagakerjaan yang baik terutama di daerah-daerah pensuplai tenaga kerja di kota-kota besar. Perencanaan tenaga kerja ini penting supaya tidak terjadi penumpukan di kota besar," paparnya.
Selain itu, pihaknya juga akan terus mendorong memberikan program-program alternatif kewirausahaan, pelatihan melalui BLK kemudian tehnologi tepat guna, padat karya produktif dan kegiatan penciptaan investasi serta pembangunan ekonomi kawasan. "Ini yang harus kita genjot," tegasnya.
Di kota-kota besar, lanjutnya juga harus memperketat diri untuk datangnya orang dari daerah lain.
"Saya setuju operasi yustisia, penyadaran dan kita dorong transmigrasi dari kota-kota besar ke daerah-daerah yang mempunyai tanah yang luas," sebutnya.
(lns)