TNI AL akan beli 11 helikopter antikapal selam
Rabu, 15 Agustus 2012 - 17:10 WIB
TNI AL akan beli 11 helikopter antikapal selam
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) terus berusaha melakukan penguatan alutsista. Setelah menandatangani kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dari Korea Selatan (Korsel), kini TNI AL tengah membidik pengadaan 11 unit helikopter antikapal selam.
Pengadaan antikapal selam ini memang perlu dilakukan sebagai perimbangan atas pengadaan tiga unit kapal selam. "Kalau kita beli kapal selam, kita harus beli antikapal selam," ujar Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Marsetio di Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Marsetio menceritakan, TNI AL pernah memiliki dua unit helikopter antikapal selam pada era 1960-an dan pensiun sepuluh tahun kemudian. Pengadaan 11 unit helikopter antikapal selama ini, sekaligus untuk memenuhi target MEF.
Namun sejauh ini belum ditentukan jenis helikopter yang dimaksud, tetapi beberapa pilihan yang mulai dilirik adalah Seasprite dan Agusta. Sementara itu untuk kapal selam, sekarang ini TNI Angkatan Laut baru memiliki dua unit, lebih sedikit dibandingkan dengan yang dipunyai Malaysia (5 unit).
Dengan wilayah perairan yang sangat luas, dua kapal selam jelas tidak ideal. Karenanya, pengadaan tiga unit tersebut diharapkan semakin memerkuat armada kapal selam. "Idealnya kita minimal punya enam kapal selam," imbuhnya.
Pengadaan antikapal selam ini memang perlu dilakukan sebagai perimbangan atas pengadaan tiga unit kapal selam. "Kalau kita beli kapal selam, kita harus beli antikapal selam," ujar Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Marsetio di Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Marsetio menceritakan, TNI AL pernah memiliki dua unit helikopter antikapal selam pada era 1960-an dan pensiun sepuluh tahun kemudian. Pengadaan 11 unit helikopter antikapal selama ini, sekaligus untuk memenuhi target MEF.
Namun sejauh ini belum ditentukan jenis helikopter yang dimaksud, tetapi beberapa pilihan yang mulai dilirik adalah Seasprite dan Agusta. Sementara itu untuk kapal selam, sekarang ini TNI Angkatan Laut baru memiliki dua unit, lebih sedikit dibandingkan dengan yang dipunyai Malaysia (5 unit).
Dengan wilayah perairan yang sangat luas, dua kapal selam jelas tidak ideal. Karenanya, pengadaan tiga unit tersebut diharapkan semakin memerkuat armada kapal selam. "Idealnya kita minimal punya enam kapal selam," imbuhnya.
(san)