Rakyat hanya mengikuti kemauan Parpol
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 15:40 WIB
Rakyat hanya mengikuti kemauan Parpol
A
A
A
Sindonews.com - Partai politik (Parpol) ditenggarai belum memberikan kemerdekaan sepenuhnya terhadap tokoh potensial untuk maju sebagai pemimpin. Bahkan Parpol cenderung semaunya sendiri dalam menentukan pilihan.
"Enggak ada kemerdekaan soal itu. Parpol justru dapat menentukan siapa saja," ujar Pakar Hukum Tata Negara Saldi Isra saat diskusi polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012).
Dalam menentukan pemimpin, lanjut Saldi, rakyat belum merasakan kedaulatan sepenuhnya. Tetapi cendrung mengikuti kemauan Parpol terhadap tokoh yang disuguhkan. "Pemilik kedaulatan (Rakyat), tidak pernah diberi kedaulatan mencari pemimpin," terangnya.
Dihubungi terpisah, Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy meminta, masyarakat tidak boleh dihadapkan dengan partai politik. Karena bagaimanapun, Parpol merupakan pilar demokrasi.
"Kalaupun ada kekurangan harus diperbaiki bersama. Jangan rakyat diadu dengan Parpol, Parpol merupakan pilar demokrasi," tegasnya.
Ditambahkan dia, menghadapkan Parpol dengan rakyat akan sangat bahaya. Parpol tetap berharap, bisa mensejahterakan rakyat. Kalaupun masyarakat benci terhadap Parpol, karena kadernya sering diseret kasus korupsi, butuh penyadaran terhadap rakyat bahwa kejahatan lainnya jauh lebih besar.
"Korupsi bukan hanya di political koruption, jauh lebih banyak kasus lain seperti pajak," pungkasnya.
"Enggak ada kemerdekaan soal itu. Parpol justru dapat menentukan siapa saja," ujar Pakar Hukum Tata Negara Saldi Isra saat diskusi polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012).
Dalam menentukan pemimpin, lanjut Saldi, rakyat belum merasakan kedaulatan sepenuhnya. Tetapi cendrung mengikuti kemauan Parpol terhadap tokoh yang disuguhkan. "Pemilik kedaulatan (Rakyat), tidak pernah diberi kedaulatan mencari pemimpin," terangnya.
Dihubungi terpisah, Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy meminta, masyarakat tidak boleh dihadapkan dengan partai politik. Karena bagaimanapun, Parpol merupakan pilar demokrasi.
"Kalaupun ada kekurangan harus diperbaiki bersama. Jangan rakyat diadu dengan Parpol, Parpol merupakan pilar demokrasi," tegasnya.
Ditambahkan dia, menghadapkan Parpol dengan rakyat akan sangat bahaya. Parpol tetap berharap, bisa mensejahterakan rakyat. Kalaupun masyarakat benci terhadap Parpol, karena kadernya sering diseret kasus korupsi, butuh penyadaran terhadap rakyat bahwa kejahatan lainnya jauh lebih besar.
"Korupsi bukan hanya di political koruption, jauh lebih banyak kasus lain seperti pajak," pungkasnya.
(san)